Cara Budidaya Lobster Air Tawar Terbukti Sukses Dan Menguntungkan

Lobster merupakan keluarga crustacea yang memiliki harga jual yang tinggi. Harga tinggi ini sebab lobster mempunyai cita rasa yang sangat lezat, kaya akan kandungan gizi dan tidak banyak mengandung air (kesat). Permintaan hewan bahari jenis ini semakin meningkat sehingga banyak orang beralih membudidayakan lobster di air tawar. Berikut cara budidaya lobster air tawar  yang terbukti sukses dan menguntungkan.

Keunggulan Budidaya Lobster Air Tawar

Budidaya lobster air tawar mempunyai keunggulan tehnis maupun non tehnis dibanding jenis udang lainnya yakni :

  • Teknik budidaya yang sederhana
  • Pertumbuhan relative cepat
  • Lebih tahan terhadap aneka macam penyakit, terutama White Spot Syndrome Virus (WSSV)
  • Modal relatif kecil
  • Warna tubuh menarik
  • Memiliki kandungan gizi tinggi dengan kadar lemak rendah (<2%)
  • Textur daging lebih kenyal dan lebih gurih
  • Permintaan pasar masih sangat tinggi

Mengetahui Persiapan Media Lobster Air Tawar

Lobster air tawar dapat dipelihara di aquarium atau bak terpal. Air merupakan media utama dalam pemeliharaan lobster air tawar. Yang perlu diperhatikan ialah pasokan airnya harus baik dan berkualitas. Air yang digunakan mampu berasal dari air sungai, air ledeng (PAM) ataupun air tanah (sumur).

Kualitas air yang diinginkan dalam pemeliharaan lobster air tawar ini yakni :

  • Air Jernih
  • Kekeruhan pada kedalaman 20 – 40 Cm (sechi disc)
  • Oksigen terlarut >5 mg/liter
  • Kadar ammoniak < 0,05 mg/liter
  • Keasaman air (pH) 7 – 8,5
  • Salinitas 0 – 5 ppt
  • Bebas dari pencemaran terutama pestisida.

Budidaya Lobster Air Tawar Media Aquarium

Aquarium biasanya hanya digunakan untuk untuk kawasan pemijahan, pengeraman, penetasan dan karantina. Ukuran dimensi aquarium 80 X 40 x 40 atau 100 X 50 X 40 Cm. Ukuran ini sangat tergantung dari ukuran dan jumlah indukan yang akan di pijahkan. Ukuran indukan 4 inchi sebaiknya hanya berisi 8 ekor, ukuran indukan 5 inchi hanya berisi 6 ekor dan ukuran indukan 6 inchi hanya berisi 4 ekor.

Untuk memudahkan pemantauan telur sampai mendekati penetasan, aquarium pengeraman sebaiknya disekat-sekat per 15 Cm. Peneraman telur lobster memerlukan waktu 30 – 40 hari.

Masa penetasan burayak berkisar 10 – 12 hari yang ditandai dengan bagian-bagian badan burayak sudah mulai lengkap mirip mata, kaki, antenna mirip layaknya lobster sampaumur. Aquarium penetasan ini juga digunakan untuk pembesaran burayak hingga umur 2 – 3 minggu sebelum dimasukkan dalam kolam pembesaran benih.

Aquarium karantina hanya digunakan saat indukan lobster tamat menetaskan telur dang anti cangkang (molting) supaya terhindar dari kanibalisme.

Budidaya Lobster Air Tawar Media Kolam Terpal/Semen

Kolam terpal/semen umumnya dipakai untuk pembesaran lobster air tawar. Ukuran bak tergantung kondisi lahan yang tersedia, umumnya ukuran 200 X 200 X 50 Cm untuk burayak satu indukan. Yang perlu diperhatikan dalam kala persiapan kolam yaitu pastikan bahwa sudah tidak ada lagi zat-zat pencemar air (terutama kolam baru) dengan menunjukkan desinfektan alami berupa larutan GDM Black BOS 100gram/2 liter air.

Dalam pembesaran lobster air tawar ini perlu disiapkan shelter (pelindung/daerah sembunyi) yang mampu dibuat dari pipa paralon, atau watu bata roaster yang disusun rapi untuk meningkatkan padat tebar lobster.

Pada tahap ini aerator dan kincir angin dihidupkan biar oksigen terlarut dapat tetap tercukupi untuk pertumbuhan optimal bagi lobster. Sedangkan untuk menjaga kualitas air kolam gunakan SOC GDM 6 ml/m² interval seminggu sekali.

Pembibitan Lobster Air Tawar Secara Efektif

Bibit yang baik dan bermutu merupakan langkah awal yang baik untuk kesuksesan suatu usaha budidaya lobster. Menyediakan bibit unggul lobster air tawar yang bermutu baik juga dapat dijadikan peluang usaha tersendiri. Beberapa langkah yang harus dilakukan dalam usaha pembibitan lobster air tawar secara efektif adalah :

Mengetahui Jenis Kelamin Lobster Air Tawar

Jenis kelamin calon indukan lobster air tawar jantan dan betina dapat dibedakan berdasarkan ciri-ciri primer dan sekunder.

Ciri-ciri indukan lobster jantan :

  • Terdapat tonjolan di dasar tungkai kaki jalan ke 5 (perhitungan dimulai dari kaki jalan di bawah ekspresi
  • Tangkai capit lebih besar 2-3 kali dari buku pertama
  • Warna merah capit jantan lebih luas dan menyala.
  • Ukuran kepala lebih besar dari badan
  • Warna tubuh lebih cerah (ciri sekunder).

Ciri-ciri indukan lobster betina :

  • Terdapat lubang lingkaran yang terletak di kaki ke 3
  • Lebar tangkai capit 1,5 kali lebih lebar disbanding buku pertama.
  • Warna capit lebih hitam dengan merahnya hanya sedikit.
  • Ukuran tubuh lebih besar disbanding kepala.
  • Warna tubuh tidak secerah pejantan.

Cara Memilih Indukan Lobster Air Tawar yang Bagus

Setelah diketahui indukan jantan dan betina, selanjutnya indukan yang baik adalah sebagai berikut :

  • Jangan pilih indukan inbreeding (sedarah), alasannya mampu menjadikan anakannya menjadi hermaphrodite atau berkelamin ganda.
  • Umur indukan >6 bulan (lebih bau tanah lebih elok)
  • Ukuran tubuh 20 – 25 Cm
  • Penampilannya menawan dan lincah gerakannya.

Cara Pemijahan Indukan

Sampai dikala ini pemijahan lobster hanya dilakukan secara alami. Bantuan insan hanya berupa penyediaan alat, bahan dan mengusahakan kondisi lingkungan yang memungkinkan terjadinya perkawinan dan pemijahan secara alami.

Kondisi lingkungan yang diperlukan agar terjadi pemijahan alami adalah :

  • suhu antara 23° – 29° C (optimum 27° C)
  • cahaya jelas 12 jam dam gelap 12 jam.

Pemijahan mampu dilakukan dengan 2 cara adalah pemijahan massal atau pemijahan individu. Pemijahan massal dilakukan di bak dengan ukuran tubuh indukan minimal 20-22 Cm. Perbandingan indukan jantan dan betina 2:3 per M².

Sedangkan pemijahan Individual dilakukan di aquarium dengan ukuran badan indukan 16-18 Cm dan perbandingannya 1:1 per aquarium. Tanda-tanda induk betina yang telah melakukan pemijahan dan berhasil terjadi pembuahan adalah dengan melipat ekornya sehingga kipas ekor hingga mengenai kaki ke 5 dan badannya berbusa.

Induk betina awalnya lebih suka berbalik dan diam seakan-akan mati, beberapa hari lalu akan normal kembali tetapi ekornya tetap terlipat. Untuk selanjutnya telur tersebut akan dierami induknya.Indukan yang sedang bertelur mampu disatukan dengan indukan-indukan lain yang bertelur juga, tetapi jangan melakukan kejutan atau perubahan lingkungan secara drastic agar prosesnya mampu berjalan secara alamiah.

Pengeraman

Pengeraman dan penetasan telur lobster air tawar sesuai karakteristik biologi reproduksi. Ada 3 tahapan perkembangan alamiah dari telur hingga terbentuknya juvenile, yaitu :

  • Masa pre larva, yakni perkembangan embrio dalam telur.
  • Masa larva, adalah perkembangan larva dikala diasuh indukannya
  • Masa post larva, adalah perkembangan ketika juvenile lepas dari abdomen indukannya.

Pada periode pengeraman, indukan tidak banyak aktivitasnya dan konsumsi pakannya juga sedikit. Hal-hal yang harus dilakukan pada kala pengeraman ini dalah :

  • Induk yang sedang bertelur dipisahkan dari jantan.
  • Pakan yang diberikan relatif sedikit.
  • Oksigen terlarut >5 ppm dengan fluktuasi suhu rendah.
  • Wadah diberi pelindung sesuai jumlah individu.

 Penetasan

Agar pertumbuhan telur tidak terganggu maka sebaiknya indukan yang sedang mengeram tidak diganggu/dipindahkan. Pemindahan indukan ini harus hati-hati dan sebaiknya sekalian dengan shelternya dan tidak terlalu jauh. Pemindahan ini paling tidak saat telur telah berumur 7 hari atau sudah terlihat warna krem.

Selama proses pengeraman sampai penetasan, induk lobster akan sering menutup/melipat ekornya. Proses penetasan atau terbentuknya juvenile yakni sebagai berikut :

  • Minggu pertama sampai minggu ke dua, telur berwarna orange
  • Minggu ke tiga, warna telur berubah menjadi lebih muda dan transparan di bagian tertentu serta muncul 2 titik hitam sebagai bakal mata juvenile.
  • Minggu ke empat, telur menetas dan juvenile muda terbentuk. Perlu 2-3 hari biar juvenile muda mampu terlepas dari abdomen indukannya.

Perontokan dan Pemeliharaan Bibit Lobster Air Tawar

Jika juvenile sering terlihat turun dan bermain di sekitar induknya, maka harus segera dirontokkan dan di pisah dari induknya. Kemudian induknya dikembalikan pada kolam pemijahan agar segera terjadi perkawinan kembali.

Cara menangkap induk untuk proses perontokan bibit lobster air tawar yakni dengan menggunakan kedua tangan. Tangan kanan di sekitar kepala dan tangan kiri di bab ekor.

Perontokan juvenile lobster dengan membiarkan induk lobster mengibas-kibaskan ekornya pada permukaan air sehingga juvenile rontok dengan sendirinya atau dibantu dengan jari tangan.

Cara pemeliharaan bibit lobster air tawar pasca perontokan ialah pinjaman pakan berupa cacing sutra, kutu air, planktonis, artemia dan tepung ikan atau pellet yang dihancurkan. Pemberian pakan ini dilakukan 2 kali sehari. Kelebihan pakan akan menyebabkan juvenile mati karena kebanyakan ammonia dari sisa pakan yang mengendap. Pastikan kebersihan air dan jumlah pakan yang diberikan selalu habis tidak tersisa. Pemeliharaan juvenile sampai umur 14 – 20 hari atau sampai ukuran 1 – 2 Cm sebelum dipindahkan ke bak pendederan.

Pendederan

Pendederan dilakukan untuk merangsang pertumbuhan bibit hingga mencapai ukuran 5 – 7 Cm atau sekitar umur 2 bulan. Untuk kolam pendederan berukuran 2 X 1 X 0,5 m mampu diisi bibit lobster sebanyak 1000 ekor. Pakan yang diberikan saat pendederan adalah pellet udang.

Cara Pemindahan Bibit Lobster air Tawar ke Kolam Pendederan

Persiapkan alat panen bibit lobster terlebih dahulu berupa bejana plastic ukuran 20 liter, scoopnet 20 X 10 Cm dan daun pisan atau sobekan plastic ikan. Pemanenan hendaknya dilakukan sebelum jam 9 pagi biar tidak terjadi perbedaan suhu yang drastis antara bak penetasan dan pendederan.

Cara panennya dengan menurunkan volume air di bak/aquarium sampai setinggi 15-20 Cm.Kemudian tangkap bibit lobster dengan scoopnet secara hati-hati dan pindahkan ke dalam baskom plastic yang berisi air higienis dan dilengkapi sobekan daun pisang. Satu ember plastic 20 liter maksimal berisi 20 ekor bibit lobster.

Cara Pembesaran Lobster Air Tawar secara Efektif

Kolam pembesaran lobster air tawar mampu berupa aquarium atau bak terpal/semen. Kolam pembesaran harus dipastikan tidak tercemar zat beracun ataupun pestisida. Untuk itu perlu dilakukan desinfeksi secara herbal atau dengan memakai GDM Black BOS. Kondisi ideal kolam pembesaran lobster adalah :

  • Keasaman (pH) air 7 – 8
  • Suhu berkisar 25° – 29°C
  • Oksigen terlarut >4 ppm
  • Tidak ada kebocoran.

Penebaran bibit lobster air tawar

Lakukan tebar benih dengan ukuran yang seragam (5 – 7 Cm). Kepadatan tebar yaitu 5 – 10 ekor/M². Sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum jam 9 dengan aklimatisasi ±15 – 30 menit.

Perawatan Lobster Air Tawar

Perawatan lobster air tawar meliputi perlindungan pakan dan perhiasan serta pencegahan terhadap serangan hama penyakit dan lain-lain.

1. Pemberian pakan lobster air tawar

Pemberian pakan dilakukan rutin 2 kali sehari yakni pagi dan sore hari. Volume pakan
yakni 3% dari bobot tubuhnya yang diberikan pagi sebanyak 25% dan sore 75%.

Pakan mampu berupa pellet dan pakan fermentasi dari parutan ketela pohon + parutan jagung muda + sayuran dan SOC GDM dengan dosis 10 ml/Kg adonan pakan.

Dengan pinjaman SOC GDM maka mampu meningkatkan nafsu makan, menguraikan sisa pakan dan kotoran sehingga tidak terbentuk ammonia dalam air.

2. Pengendalian Hama Penyakit

Kematian bibit lobster kebanyakan diakibatkan oleh akumulasi ammonia terlarut alasannya
banyaknya sisa pakan dan kotoran yang mengendap di dasar bak. Dengan aplikasi SOC GDM pada pakan dan langsung ke air bak sebanyak 6 ml/m², interval seminggu sekali, maka kotoran atau sisa pakan tidak sampai mengendap dan ammonia terlarut akan jauh berkurang.

Hama yang perlu diwaspadai yaitu predator, seperti kucing dan tikus, terutama dikala molting dan mendekati panen.

3. Membersihkan saringan/filter dan dasar kolam

4. Menjaga aerator agar dapat bekerja dengan baik

5. Mengganti air bak maksimal 2/3 bagian jikalau terlalu banyak kotoran yang mengendap di dasar kolam.

Cara Pemanenan Lobster Air Tawar

Lobster air tawar mulai mampu dipanen pada umur 6 – 8 bulan atau beratnya berkisar 100 gram ke atas. Semakin besar ukuran lobster maka harganyapun semakin mahal.         Demikian cara budidaya lobster air tawar yang terbukti sukses dan menguntungkan. Salam Go Organik Indonesia.