Cara Sukses Budidaya Ikan Bandeng, Dengan Sistem Organik

Budidaya ikan bandeng yaitu suatu mata pencaharian sebagian masyarakat petambak di Indonesia yang terbukti menjanjikan. Namun, tak jarang orang yang ragu untuk memulai perjuangan budidaya ikan bandeng air tawar ini.

Apa saja yang membuat Anda ragu untuk membudidayakan ikan bandeng? Apakah modal besar, kesulitan teknis budidaya, atau kurangnya pengetahuan budidaya bandeng yang baik semoga tidak merugi adalah salah satu penghambatnya?

Kini, Anda tak perlu khawatir wacana hal tersebut! Agar perjuangan budidaya bandeng Anda berhasil, yuk simak penjelasan lengkap cara budidaya ikan bandeng berikut ini:

1. Morfologi Ikan Bandeng

Sebelum melakukan perjuangan budidaya ikan bandeng, Ada baiknya Anda memahami terlebih dahulu klasifikasi morfologi ikan bandeng. Berikut ini penjabaran ikan bandeng (Chanos chanos) yang perlu Anda ketahui:

Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Subfilum: Vertebrata
Kelas: Osteichthyes
Subkelas: Teleostei
Ordo: Malacopterygii
Famili: Chanidae
Genus: Chanos
Spesies: Chanos chanos

Bandeng  (Chanos chanos) atau milk fish ini mempunyai ciri-ciri bentuk memanjang, padat, pipih dan oval. Perbandingan antara lebar dan panjang tubuhnya ialah 1:(4.0-5,2).

Habitat kawasan hidup bandeng ialah pada air tawar, payau sampai laut, dengan kisaran kadar garam antara 0-140 promil. Atau budidaya ikan ini mampu dilakukan di bak/sawah, air payau (tambak), dan menggunakan keramba di laut.

Ikan bandeng juga cukup diminati pembudidaya ikan. Sebab, ikan ini dapat tumbuh dengan cepat, yaitu 1,1-1,7% bobot badannya perhari.

Selain pertumbuhannya yang cepat, ikan ini juga sangat diminati pasar sebab mempunyai rasa yang nikmat, bergizi tinggi, dan gampang diolah menjadi berbagai macam masakan. Mulai dari otak-otak bandeng, bandeng presto, bandeng goreng, dan masih banyak lagi.

2. Jadwal Budidaya Ikan Bandeng

budidaya ikan bandeng

Sebelum Anda memutuskan untuk melakukan persiapan bak tambak dan lainnya, maka hal pertama yang harus diketahui ialah acara budidayanya. Sebab, dalam 1 siklus budidaya tambak ikan bandeng membutuhkan waktu sekitar 6 bulan.

Ini terbagi atas 1 bulan persiapan kolam tambak, 1 bulan penggelondongan, dan 4 bulan periode pembesaran. Pada masing-masing era itu, maka ikan bandeng juga terus bertumbuh, mirip berikut:

Bulan 1 (persiapan tambak): ikan berukuran 1 cm (nener)
Bulan 2 (penggelondongan): ikan berukuran 2-6 cm.
Bulan 3 (pemeliharaan): ikan berukuran 7-10 cm
Bulan 4 (pemeliharaan): ikan berukuran 10-15 cm
Bulan 5 dan 6 (pemeliharaan): ikan konsumsi dengan ukuran 4 ekor per kilo.

Memahami hal tersebut, maka sangat penting bagi Anda untuk menentukan kapan kurun persiapan kolam disetiap tahunnya. Sebab, kalau tidak dijadwalkan dengan baik, maka Anda bisa kehilangan waktu terbaik untuk membudidayakan ikan bandeng.

3. Syarat Lokasi Budidaya Ikan Bandeng

Selain memilih agenda budidaya, penting juga untuk Anda memahami syarat lokasi yang baik untuk tambakikan bandeng Anda. Berikut ini syarat lokasi budidaya ikan bandeng yang baik:

A. Terletak Diantara Pasang Surut

Mengingat lokasi budidaya bandeng lebih baik dilakukan pada air payau, maka lebih baik posisi lahan tambak Anda terletak di pasang surut air maritim. Ini bermanfaat supaya pengairan tambak yang mengandalkan menkanisme pasang surut air maritim dapat berjalan optimal.

Namun, jika Anda adalah pembudidaya ikan bandeng air tawar, maka lokasi budidaya ikan bandeng air tawar Anda sebaiknya terletak dengan muara atau sungai. Ini bertujuan agar
pengelolaan air tambaknya menjadi lebih gampang.

B. Dekat Sumber Air

Sangat disarankan untuk memilih lokasi yang dengan sumber air, baik sumber air dari muara, sungai, maupun maritim. Hindari juga daerah yang rawan terkena banjir, biar Anda tidak gagal panen.

C. Tanah Tidak Mudah Bocor (porous)

Bagi Anda yang melakukan budidaya ikan bandeng air tawar maupun air maritim, sangat disarankan untuk membangun kolam dari tanah yang liat. Ini bertujuan semoga kolam tanah Anda tidak mudah bocor atau porous. Sehingga bak tambak Anda bisa menjaga volume air tetap stabil.

Namun bagi Anda yang melakukan budidaya ikan bandeng di kolam terpal, Anda juga tetap harus memperhatikan kualitas terpal yang baik. Ini bertujuan semoga proses budidaya
ikan bandeng Anda mampu berhasil.

D. Tanah Bertekstur Lempung

Seperti yang dijelaskan diatas, tanah pada kolam Anda harus besar lengan berkuasa dan tidak mudah bocor/porous. Oleh alasannya itu, Anda disarankan untuk menentukan jenis tanah yang bertekstur lempung.

Tanah yang bertekstur lempung ini memiliki komposisi liat, berpasir, dan bubuk yang berimbang. Atau, lebih mudahnya Anda mampu memilih tanah yang liat berpasir.

E. Tanah Tidak Berisfat Sulfat Masam

Tanah yang bersifat sulfat masam tidak baik untuk pertumbuhan ikan bandeng. Oleh karena itu, pilihlah tanah kolam yang tidak mengandung pyrit tinggi.

F. Tidak Bertentangan Dengan RT/RW

Meski melaksanakan budidaya yaitu salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan tempat, namun Anda juga harus mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Salah satunya yaitu tidak bertentangan dengan rancangan tata ruang dan wilayah (RTRW).

Salah satunya adalah planning zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP3K). Dengan begitu, lokasi tambak Anda tidak menghalangi kepentingan lain seperti pemukiman, kawan lindung, greenbelt mangrove, pariwisata maupun industri,

G. Jarak Sempadan Dan Garis Pantai Sesuai Aturan

Sempadan pantai pada tambak Anda disarankan untuk memiliki lebar minimal 100 m dari garis pantai. Ini bertujuan semoga bak tambak Anda aman dari pasang surut air laut dan juga aman dari mangrove.

4. Persiapan Petakan Lahan Tambak

bibit ikan bandeng

A. Petak Pendederan (Peneneran/Nursery Ponds)

Pada petak pendederan, disarankan untuk memilih bibit ikan bandeng (nener) yang masih berukuran 1 cm. Lakukan perawatan pada nener di hathchery selama 15-25 hari.

B. Petak Penggelondongan (Transition Ponds)

Setelah selesai kala pemeliharaan di hatchery, sekarang persiapkan nener bandeng di kolam gelondongan. Ini bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan nener dan meningkatkna daya hidup ikan bandeng sebelum dilepas ke petak pembesaran.

Tahapan penggelondongan ikan bandeng terdiri atas penggolondongan 1,2,3 dan 4. Berikut ini langkahnya:

Tambak Penggelondongan 1

Pada tambak ini, pelihara nener selama 15 hari. Pelihara nener mulai berukuran 1 cm sampai menjadi 3 cm.

Tambak Penggelondongan 2

Pada bak tambak pengglondongan ke 2, pelihara nener selama 20-25 hari. Lakukan perawatan sampai ikan bandeng tumbuh dari ukuran 3 cm hingga berukuran 5-6 cm.

Tambak Penggelondongan 3

Pelihara ikan bandeng di tambak penggelondongan 3 selama 20 hari. Pelihara higga ikan bandeng tumbuh dari ukuran 6 cm menjadi berukuran 7-10 cm.

Tambak Penggelondongan 4

Pemeliharaan ikan bandeng pada tambak penggelondongan 4 ialah selama 20 hari. Rawat ikan bandeng yang tadinya berukuran 10 cm hingga 15 cm.

Anda mampu mulai memanen ikan bandeng pada tahap ini untuk keperluan komoditas bandeng umpan. Namun, kalau ingin diteruskan, Anda mampu melanjutkan ke tambak pembesaran.

C. Petak Pembesaran (Rearing Ponds)

Petak tambak pembesaran ini, Anda membutuhkan waktu cukup usang, yakni 2-3 bulan. Pada petak ini, Anda bertujuan untuk membesarkan ikan bandeng sebagai ikan konsumsi.

Umumnya, ukuran ikan bandeng konsumsi ialah berukuran 4 ekor/kg. Apabila proses pertumbuhan ikan Anda cepat, maka proses pembesaran hanya membutuhkan waktu 2 bulan. Namun, jikalau prosesnya agak lama, maka membutuhkan waktu 3 bulan, atau sesuai akad dengan pembeli/usul pasar.

5. Tahap Persiapan Kolam Tambak Budidaya Ikan Bandeng

A. Pengeringan Tanah Dasar

Pengeringan tanah dasar perlu dilakukan sebelum proses pembudidayaan ikan bandeng. Ini bertujuan supaya kondisi kolam tambak fresh dan terhindar dari penyakit-penyakit yang tertimbun dari hasil budidaya sebelumnya.

Pengeringan dasar kolam tambak ini perlu dilakukan hingga tanah benar-benar kering dan retak-retak. Namun sebelum itu, Anda harus memahami terlebih dahulu kualitas tanah pada kolam tambak Anda.

Jika tanah dasar pada tambak Anda mengandung pyrit atau pH rendah, maka perlu dilakukan pencucian tanah dasar terlebih dahulu. Pencucian tanah dasar ini bermanfaat
untuk meningkatkan pH tanah yang terlalu rendah dan mengurangi lumpur hitam pada bak.

Caranya, dengan memasukkan air kedalam plataran, minimal 1X24 jam, barulah lalu dibuang.  Anda bisa mengulangi proses pembersihan tanah dasar lebih dari satu kali, sesuai kondisi kolam tambak. Sebelum melakukan pembersihan untuk ke sekian kalinya, periksa pH tanah dasar, hingga mendekati angka 6.

B. Pengapuran

Pengapuran pada kolam tambak bertujuan untuk menetralisir pH tanah agar sesuai dengan ekosistem ikan bandeng. Pengapuran kolam tambak ini umumnya menggunakan kapur dolomit [CaMg (CO3)2], kapur tohor Ca(OH)2, atau kapur pertanian (CaCO3) ke seluruh area dasar tambak dikala proses pengeringan terakhir.

Takaran pengapuran yang disarankan yaitu:

  • pH tanah berada pada angka 4-5, maka, maka aplikasikan kapur sebanyak 500-1000 kg/ha.
  • pH tanah berada pada angka 5-6, maka, maka aplikasikan kapur sebanyak 250-500 kg/ha.
  • pH tanah berada pada angka >6, maka, maka aplikasikan kapur sebanyak 100-250 kg/ha, atau bisa juga tidak perlu dilakukan pengapuran.

C. Pemupukan Kolam

Ketika pH tanah sudah sesuai, maka kini saatnya untuk melakukan pemupukan. Pemupukan ini bertujuan untuk menyuburkan kondisi tanah kolam, menumbuhkan pakan alami ikan bandeng mirip klekap, lumut dan plankton.

Oleh alasannya itulah, disarankan untuk menggunakan pupuk organik, agar penumbuhan pakan alami mampu berjalan dengan baik. Pemupukan ini perlu dilakukan pada H-10 tebar, dengan dosis untuk pemupukan kolam yakni:

  1. Tebarkan secara merata ke dasar bak Granule Bio Organik GDM SaMe, sebanyak 50 gram/m.
  2. Larutkan 6 gram GDM Black BOS dengan air, lalu siram/tebar merata ke air bak.

Pemupukan dengan menggunakan produk-produk GDM Organik terbukti mampu menumbuhkan pakan alami ikan, membantu memperbaiki kondisi air bak, mencegah angka maut ikan dan membantu menyehatkan ikan bandeng yang akan ditebar, sehingga pertumbuhannya optimal. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir ekosistem air bak tidak sesuai.

D. Pengisian Air

Tahap terakhir dalam persiapan bak adalah pengisian air. Dalam mengisi air, pastikan bahwa air yang Anda masukkan berkualitas baik dan tidak terkontaminasi oleh limbah.

Lakukan pengisian air menggunakan pompa/secara manual dengan membuka pintu air yang telah dilengkapi dengan minimal 2 lapis saringan. Ini bertujuan untuk mencegah masuknya hama, penyakit, bibit predator seperti ikan liar, dan organisme pengganggu lain.

Jangan lakukan pengisian air secara pribadi. Usahakan untuk mengisi air secara sedikit demi sedikit, mulai dari 10 cm, kemudian dinaikkan 20 cm, hingga 40 cm.

Hal itu bertujuan untuk merangsang pertumbuhan pakan alami ikan. Nah, sehabis dilakukan pengisian air secara sedikit demi sedikit selama beberapa hari, lakukan pemupukan ulang dengna memakai Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan.

Dosis yang dianjurkan untuk pengaplikasian Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan yakni 6 ml/m2. Lakukan pemupukan ulang ini pada H-7 penebaran bibit.

6. Pemilihan Bibit Ikan Bandeng (Nener)

ikan bandeng

Setelah simpulan era persiapan bak, kini saatnya untuk memilih bibit ikan bandeng (nener)
yang baik. Berikut ini ciri-ciri nener yang baik:

A. Ciri Nener Yang Baik

  1. Besar ukuran nener seragam (minimal 95% seragam).
  2. Tidak tampak adanya cacar fisik atau gerakan.
  3. Gerakan lincah. Dapat dibuktikan dengan: bila air pada kolam diputar, maka nener bergerak melawan arus.
  4. warna tubuh transparan, dengan isi perut yang tampak penuh.
  5. Ketika diberi makan segera melahap (responsif).
  6. Umur nener yang bisa Anda pilih minimal berusia 18 hari, dengan panjang tubuh minimal 1,6 cm.
  7. Lebih baik jikalauberasal dari pembenih yang sudah mempunyai sertifikat Cara Pembenihan Ikan Yang Baik (CPIB).

B. Macam-Macam Ukuran Nener

Jika diatas disebutkan bahwa usia nener minimum yakni 18 hari dengan panjang tubuh 1,6 cm, ternyata ukuran nener berbeda-beda. Ini dibedakan menurut kebutuhannya. Berikut ini
ukuran nener yang bisa Anda pilih:

  1. Ukuran 2-3 cm: 1000 ekor/kantong (untuk gelondongan semarangan)
  2. Ukuran 5-7 cm: 500 ekor/kantong (untuk gelondongan kasaran)
  3. Ukuran 8-10 cm: 200 ekor/kantong (untuk gelondongan semi)
  4. Ukuran 10-12 cm: 50 ekor/kantong (untuk gelondongan super semi)
  5. Ukuran 13-15 cm: 50 ekor/kantong (untuk gelondongan balian/bandeng umpan).

7. Penebaran Benih

Setelah Anda menentukan ukuran nener dengan kualitas baik, kini saatnya untuk melaksanakan penebaran benih. Langkah awal penebaran benih sehabis melewati proses pengangkutan yaitu aklimatisasi.

Aklimatisasi (proses pembiasaan nener terhadap lingkungan air yang gres) dilakukan dengan cara:

  1. Kantong yang berisi nener dimasukkan kedalam tambak.
  2. Tunggu beberapa dikala hingga suhu dalam kantong dan suhu bak relaitf sama.
  3. Setelah di lepas beberapa waktu, lakukan perlindungan pakan ke kolam penampungan.

8. Pemeliharaan Bandeng Untuk Gelondongan (Transition Ponds)

Sebelum ditebar ke petak pembesaran, maka nener membutuhkan penggelondongan. Penggelondongan ini dilakukan selama 15-60 hari.

Jumlah nener yang ditebar untuk gelondongan awal yaitu sebanyak 100-200 ekor/m2 dan pada kedalaman 60 cm. Anda bisa memanen nener glondongan secara parsial mulai hari
ke 15-60 hari.

Pada kolam ini, kalau dirasa pakan alami sudah menipis, maka lakukan pemupukan susulan dengan memakai Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan. Ulangi pengaplikasian sesuai kebutuhan.

Petak pengglondongan (transition ponds) ini berfungsi untuk mengefisiensikan proses pemeliharaan nener yang sudah menuju ke pemnggemukan/pembesaran. Selain itu, juga berfungsi untuk menekan mortalitas.

9. Pemeliharaan Pada Petak Pembesaran (Rearing Ponds)

Dengan pemeliharaan yang baik, kondisi perairan tambak baik dan jumlah pakan alami serta tunjangan pakan yang mencukupi, maka pemeliharaan selama 2-3 bulan saja di petak pembesaran/penggemukan ini, bandeng bisa mencapai ukuran 300-350 g/ekor. Artinya, Anda bisa menerima hasil panen dengan besaran 3-4 ekor/kg.

Untuk pemeliharaan ikan bandeng pada petak pembesaran ini, Anda perlu menyemprot/menyiram secara merata Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan ke seluruh air kolam. Dosis yang dianjurkan ialah 6 ml/m2, dan ulangi pengaplikasiannya dengan interval 10 hari sekali.

Pengaplikasian Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan ini bertujuan untuk menjaga kondisi air kolam tetap baik dan sehat, memperbanyak pakan alami, menjaga sistem imunitas ikan bandeng, memperbaiki sistem penceranaan ikan bandeng, sehingga mampu mempercepat proses penggemukan dan pemanenan, serta mencegah serangan hama penyakit. Dengan begitu, penggunaan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan dapat mencegah akhir hayat ikan bandeng dan mempercepat kurun panen.

Tentu saja, hanya dengan menggunakan prdouk-produk GDM Organik, Anda bisa menghemat waktu budidaya, sekaligus menghemat pengeluaran untuk pakan dan biaya operasional. Dengan begitu, laba yang didapat juga mampu semakin besar.

10. Pemeliharaan Ikan Bandeng

A. Pengelolaan Kualitas Air

Kualitas air yakni salah satu hal terpenting yang harus diperhatikan dalam budidaya ikan bandeng. Ini berkaitan dengan ekosistem dan kenyamanan ikan untuk hidup.

Jika Anda mempunyai kolam yang berlokasi disekitar pantai, maka lebih baik untuk mempunyai lahan khusus untuk memelihara mangrove. Setidaknya ada 50% luasan lahan yang disediakan untuk pemeliharaan mangrove yang bertujuan untuk menjamin daya dukung lingkungan dan keberlanjutan budidaya ikan bandeng.

Lakukan juga penggantian air secara rutin dengan memanfaatkan kondisi pasang surut air. Selain itu, lakukan pengecekan kualitas air secara terpola terhadap suhu, pH, kecerahan air, adanya cemaran air dari limbah rumah tangga, limbah industri, limbah pertanian dan lainnya.

B. Pemberian Suplemen Organik GDM Spesialis Perikanan

Pemberian pemanis organik yakni salah satu hal yang wajib Anda lakukan. Produk pelengkap organik yang paling baik dan direkomendasikan oleh banyak petambak yakni Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan.

Sebab, pemanis organik memgang peran penting dalam meningkatkan kualitas air, meningkatkan sistem imun ikan bandeng, memperbaiki sistem pencernaan ikan bandeng, mempercepat proses pembesaran/penggemukan, mencegah serangan hama penyakit,  mempercepat umur panen, membantu memperbanyak pakan alami, serta menjaga ekosistem dan lingkungan biar tetap seimbang, berkelanjutan dan lestari.

Hanya dengan menggunakan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan, Anda bisa meningkatkan hasil panen, sekaligus mencegah pencemaran lingkungan akhir penggunaan obat-obatan kimia.

12. Cara Panen Ikan Bandeng

panen ikan bandeng

Cara penen ikan bandeng perlu dilakukan pada pagi hari dan dalam kondisi masih hidup. Ini bertepatan dengan kondisi usus ikan bandeng yang masih kosong, sehingga dapat mencegah terjadinya kerusakan organ pencernaan ikan.

Dengan begitu, ikan bandeng air tawar atau ikan bandeng air maritim yang Anda panen bisa segar lebih lama. Bahkan dikala sudah sampai dipasar dan tentunya sangat diminati konsumen.

Dalam proses pemanenannya, air tidak perlu dikurangi dan memakai waring. Ini bertujuan semoga sisik ikan tidak lepas. Serok bandeng secara total memakai krikip, kemudian pindahkan ke terpal (hapa) memakai keranjang.

Setelah siap, maka ikan mampu diangkut dan di distribusikan ke pasar. Usahakan juga untuk menjaga suhu pada saat pengangkutan tetap stabil, supaya ikan tetap fresh sampai ke tangan konsumen.

Nah, itulah cara memelihara ikan bandeng air tawar dengan sistem organik. Nah, apakah Anda juga berminat untuk membudidayakan ikan bandeng?

Jangan ragu untuk ikuti cara budidaya ikan bandeng diatas.. supaya cara pembesaran bandeng air tawar yang Anda lakukan mampu berkelanjutan dan tidak merusak lingkungan.