Cara Budidaya Ikan Koi Yang Telah Terbukti Meningkatkan Hasil Panen

Salah satu komoditi ikan hias yang sampai saat ini semakin banyak peminatnya, terutama di Indonesia ialah ikan koi (Cyprinus carpio). Ikan koi merupakan salah satu ikan hias yang sangat di gemari oleh pecinta ikan hias karena mempunyai warna yang cerah dengan corak yang warna warni.

Corak inilah yang memikat hati siapapun yang melihatnya. Secara garis besar ikan koi di klasifikasikan dalam 13 kategori antara lain : Sanke, Showa, Bekko, Utsurimono, Asagi, Shusui, Tancho, Hikari, Koromo, Ogon, Kohaku, Kingirin dan Kawarimono.

Untuk mendapatkan ikan koi yang berkualitas di butuhkan cara budidaya ikan koi yang sempurna, berikut cara budidaya ikan koi yang telah diterapkan oleh mitra kami :

Faktor Penting Pada Budidaya Ikan Koi

Ada beberapa faktor yang harus di perhatikan untuk awal budidaya ikan koi alasannya ikan koi mempunyai sifat yang sangat sensitive dengan adanya perubahan suhu air kolam, perubahan pakan, air kolam yang kotor.

Ada bebrapa tahapan yang perlu di perhatikan dalam budidaya ikan koi antara lain :

A. Menjaga Kualitas Air Kolam

Kualitas air bak koi dipengaruhi oleh sumber air dan sistem filteasi yang di gunakan. Sumber air bisa dari air tanah dan PDAM. Air PDAM mempunyai kadar pH yang mendekati netral sehingga baik di gunakan.

Ada beberapa cara yang harus di lakukan sebelum air PAM di masukkan ke kolam. Air harus di endapkan selama 12 – 24 jam dan diberi aerasi untuk memperkaya oksigen yang terlarut.

Hindari penggunaan antiklorin pada bak karena dapat memicu imbas negative bagi kesehatan ikan koi.

Kualitas air mencakup pH air, suhu, kesadahan dan oksigen dalam air. Kadar oksigen yang terlarut (DO- dissolve oxygen) harus cukup minim 5,5 ppm. Indikasi kurang oksigen antara lain ikan sering ke permukaan, ikan cenderung tidak berangasan, ikan koi banyak membisu.

Koi termasuk mampu menyesuaikan diri terhadap suhu dan pH, namun harus tetap di jaga kestabilannya mutlaknya. Ikan koi cocok dalam air bersuhu 24-25°c dan untuk pHnya 6,5-7,4 sedangkan untuk mencerahkan warna pH berkisar  6,8 – 7,2 sementara kesadahan 2-20° HD, nitrit kurang dari 0,1 ppm.

B. Mengganti Air Kolam 2 ahad Sekali

Agar kualitas air bak koi tetap baik, maka harus di lakukan dengan cara mengganti air kolam secara teratur. Sebaiknya waktu penggantian air kolam koi ialah setiap 2 ahad sekali.

Cara ini di lakukakan apabila memakai penyaring berukuran kecil. Tujuannya untuk membersihkan zat beracun dari sisa makanan. Bersihkan kolam memakai selang untuk menyedot dasar bak. Sementara kotoran di permukaan di ambil dan di buang. Untuk peburasan pun jangan terlalu sering dapat menyebabkan ikan akan mengalami stress.

C. Pembatasan Jumlah Ikan Dalam Kolam dan kadar keasaman bak

Pembatasan jumlah ikan bertujuan untuk memperluas ruang gerak pada ikan, sehingga pertumbuhan ikan koi menjadi lebih maksimal.

Jika dalam satu kolam memiliki kapasitas yang tidak sesuai (terlalu padat) mampu menjadikan petumbuhan ikan terhambat. Selain pembatasan jumlah ikan yang harus di perhatikan kadar keasamaan air kolam untuk ikan koi. Kadar keasaman untuk ikan koi mencapai level 6,5-8,5 dan harus selalu di jaga agar ikan koi selalu sehat.

Pilihlah Indukan Ikan Koi Yang Berkualitas

Pemilhan indukan salah satu faktor penting untuk awalan budidaya ikan koi. Pilih indukan
yang mempunyai genetic yang elok maka akan menghasilkan juga keturunan yang bagus pula. Cara memlih calon indukan yang baik antara lain :

  • Umur ikan sudah matang ialah lebih dari 2 tahun
  • Memiliki varietas atau jenis yang sama
  • Bentuk tubuhnya ideal (panjang dan lurus),
    sirip dan ekor melebar
  • Berenang hening dan seimbang
  • Warna cermelang, cerah, kontras dan tidak cacat tubuh
  • Tidak berenang di dasar kolam
  • Nafsu makan tinggi
  • Pilih jantab dan betina yang sudah matang gonad dan siap untuk di pijahkan

Pemeliharaan Indukan Ikan Koi Secara Khusus

Untuk pemeliharaan indukan koi tempatkan pada bak khusus dengan kedalaman bak +/- 150 cm atau boleh lebih dalam lebih baik.

Selain itu kepadatanya juga harus di perhatikan dalam satu kolam dengan ukuran 4×5 meter hanya boleh diisi maksimal 20 ekor indukan betina. Mengapa demikian? di  karenakan pertumbuhan ikan betina biasanya jauh lebih besar di bandingkan jantan sehingga dalam satu bak dilarang terlalu padat.

Sedang untuk indukan jantan dalam satu bak bisa diisi 40 ekor saja. Indukan jantan dan betina di pelihara pada kolam secara terpisah tujuannya agar indukan betina tidak mengalami pemberokan (tidak di beri pakan) lagi.

Pakan yang di berikan selama proses pemeliharaan adalah pellet dengan ukuran 8 mm dengan jumlah pemberian per harinya 3 – 5% dari bobot tubuh ikan dan frekuensi  perlindungan 2 – 4 kali dalam sehari.

Pemijahan Indukan Ikan Koi

Cara budidaya ikan koi yang selanjutnya adalah proses pemijahan indukan koi. Pemijah salah satu proses pengeluaran sel telur betina dan sprema jantan yang lalu akan di kawinkan yang bertujuan untuk menerima bibit ikan yang di inginkan.

Ikan koi salah satu ikan yang dapat di pijah dengan pemberian manusia mengingat harga ikan koi yang relative mahal oleh sebab sangat di butuhkannya pemijahan untuk menghasilkan benih yang unggul.

A. Tempat Pemijahan

Awal sebelum melakukan proses pemijahan persiapkan kolam pemijah terlebih dahulu. Kolam pemijah sebaliknya di buat seara terpisah antraa indukan jantan dan indukan betina.

Usahakan bak peniah terbuat dari semen dan pastikan permukaanya halus untuk menjaga sisik ikan tidak rusak dan terluka pada dikala proses pemijahan. Untuk ukuan luas bak bervariasi tergantung lokasi dan lingkungan sekitar kolam.

Ada beberapa penghobi koi menggunakan ukuran kolam 3 x 6 meter dengan kedalaman 60 cm tinggi 40 cm.

Pastikan bak mempunyai sirkulasi air masuk dan keluar yang baik karena di ketahui cukup efektif dalam merangsang ikan koi untuk melaksanakan pembuahan dengan kondisi air mengalir terus menerus, terdapat saringan halus untuk mencegah adanya hama yang masuk dan mengganggu larva serta menghindari larva hanyut ke luar kolam.

Kolam harus di jemur dan di keringkan di bawah sinar matahari yang bertujuan untuk mematikan biro penyakit baik dari basil, jamur, virus atau distributor lainnya yang mampu menular pada ikan.

Selain itu air yang akan di gunakan sebaiknya di endapkan terlebih dahulu kurang lebih selam 24 jam. Hal ini bertujuan untuk mengendapkan bahan-materi anorganik yang mampu meracuni atau mengganggu proses pemijahan dari ikan koi.

B. Proses Pemijahan Ikan Koi

Dalam proses pemijahan pastikan kaloam telah siap untuk di masukkan indukan. Pertama masukkan indukan betina terlebih dahulu kemudian di ikuti dengan indukan jantan.

Tanda ikan akan mulai melakukan pemijahan di awali dengan indukan betina akan berenang mengelilingi bak di ikuti oleh jantan dan berusaha menempelkan tubuhnya pada betina. Gerakan mengelilingi bak akan semakin cepat sampai ikan betina mengeluarkan telurnya yang akan melekat pada kakaban dan ikan jantan mengeluarkan sperma dan terjadi pembuahan.

Proses pemijahan pada malam – pagi hari maka dari itu sebaiknya indukan di masukkan pada sore hari semoga secepatnya terjadi pemijahan.

Selain pemijahan secara alami mampu juga di lakukan dengan dukungan insan dengan rangsangan hormone pada indukan betina untuk mempercepat proses pembuahan. Penyuntikan ovaprim takaran 0,2 mg/kg bobot ikan untuk satu kali penyuntikan.

Ovulasi terjadi 10 jam sehabis penyuntikan. Setelah pemijahan simpulan segera angkat indukan dari kolam pemijahan karena kalau di biarkan di takutkan indukan jantan akan memakan habis semua telur – telur yang ada. Untuk mencegah telur – telur tercemar oleh jamur mampu merendam telur – telur pada larutan methylene blue takaran 2 gram/35 liter air rendam ± 15 menit.

C. Penetasan Larva Koi

Sebaiknya di lakukan pada kolam atau daerah yang di khususkan untuk penetasan biar menetas dengan baik. Telur yang menempel pada kakaban harus dalam keadaan terendam air. Telur akan menetas dalam waktu 48 jam dengan suhu 27-30°C.

Jika suhu air dingin maka waktu penetasan menjadi semakin lama dan sebaliknya jikalau suhu terlalu panas telur akan membusuk. Setelah telur menetas kakaban dapat diangkat.

Larva ikan yang gres menetas masih menyimpan sisa masakan dalam dirinya yang di mampu dari kuning telur pada dikala masih berupa telur. Persediaan ini akan bertahan 3 – 5 hari sesudah itu akan habis. Jika habis makan burayak ikan koi harus mulai di beri pakan.

Pakan yang dapt di berikan berupa kunign telur yang di haluskan dan di campur dengan air. Tetapi pemberian pakan ini sudah mulai jarang di berikan alasannya adalah dapat mengakibatkan air bak cepat kotor jika sisa pakan tidak segera di bersihkan.

Air bak yang kotor mampu menyebabkan ajal pada larva. Sebagai pengganti dapat di berikan kutu air (daphnia) yang telah di saring. Pemberian pakan ini hingga burayak berukuran 1 cm.

Jika ukuran burayak semakin lebih besar mampu di ganti untuk pertolongan pakan dengan memakai udang artemia. Bila ukuran burayak 1,5 cm mampu di beri cacing sutera sampai burayak umur 3 ahad dan sesudah itu mampu di pindah ke bak pendederan.

D. Pendederan Ikan Koi

Pendederan di bagi menjadi 2 tahap : pendederan I dan pendederan II. Pendederan I di lakukan selama 2 bulan pemeliharaan dari larva – ukuran fingerling/sejari (2 – 3 cm). Pendederan II di lakukan untuk menumbuhkan pakan alami, melakukan seleksi dan penjarangan.

Untuk mencapai ukuran fingerling  membutuhkan waktu 6 – 8 ahad, ukuran 5 – 8 cm memerlukan waktu 4 bulan. Untuk melakuakn pendederan harus pada bak khusus untuk pendederan biasanya memelihara koi hingga umur 3 bulan. Ukuran kolam pendederan biasanya 3 x 4 dengan kedalaman 40 cm mampu menampung 250 – 300 ekor anakan.

Pada umur ini ikan bisa di beri pakan pellet dengan ukuran 250 mikron dalam sehari pemberian 2 kali.

Untuk membentuk warna sesekali di beri cacing sutera dan berikan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan untuk menambah kecerahan warna pada ikan koi di campurkan pada pakan sebanyak 10 ml/kg pakan serta di aplikasikan pada air kolam sebagai perawatan air kolam dengan takaran 6 ml/m3 seminggu sekali untuk menjaga air bak supaya selalu jernih karena di dalam SOC GDM terkandung kuman yang mampu mengurai bahan anorganik, sisa pakan, dan kotoran dari ikan.

Penyortiran Ikan Koi

Pernyortiran tujuannya untuk menentukan range harga jual. Ikan koi yang mempunyai kualitas baik pastinya mempunyai harga yang lebih tinggi.

Untuk pernyortiran biasanya di lakukan sejak umur 1 bulan. Umur 1 bulan ikan koi sudah kuat untuk di pindahkan, tetapi untuk lenoh amannya lakukan di umur 3 bulan. Ada beberapa faktor untuk pernyortiran di lihat dari bentuk, ukuran badan dan kualitas warna.

Untuk ikan koi memliki beberapa golongan menurut ukurannya. Jika ukuran kecil di kelompokkan dengan yang kecil dan sebaliknya.

Sedangankan untuk ukuran badan membulat, tidak terlalu panjang, siripnya simetris dan gerakannya hening. Untuk warna memiliki warna yang cerah dan tedapat garis batas yang tegas. Untuk kelas yang internasional pernyortiran di lakukan berdasakan varietas atau jenis koi.

Itulah 5 cara budidaya ikan koi yang telah diterapkan oleh mitra kami. Dengan cara budidaya ikan koi tersebut, terbukti mitra kami mendapatkan hasil yang jauh lebih maksimal.