Cara Budidaya Lobster Air Tawar Secara Lengkap & Terbukti

Budidaya lobster air tawar makin digemari di Indonesia, hal ini dikarenakan undangan terhadap lobster air tawar terus meningkat dari tahun ke tahun.

Memahami hal itu, tentu Anda juga tertarik untuk membudidayakan lobster air tawar kan? Cara budidaya lobster air tawar ini telah kami praktikan dengan salah satu kawan kami dengan hasil yang cukup fanstastis.

Tapi, sebelum membudidayakan lobster air tawar, yuk pahami dulu panduan cara budidaya lobster air tawar secara lengkap.

Daftar isi

1. Morfologi Lobster Air Tawar

Sebelum berbicara lebih lanjut tentang cara budidayanya, ada baiknya untuk mengetahui
mrfologi lobster air tawar. Lobster air tawar atau Cherax quadricarinatus yaitu salah satu genus yang masuk ke dalam kelompok udang air tawar (Crustacea).

Tubuh lobster sendiri terbagi menjadi dua bagian, yakni kepala dada (chepalothoraks) dan badan (abdomen). Lobster air tawar tidak memiliki tulang dalam, tetapi seluruh tubuhnya
terbungkus oleh cangkang. Kaki gerak pada thoraks mencakup mata, antenna, dan antenula, verbal, serta lima pasang kaki jalan.

2. Cara Budidaya Lobster Air Tawar Dimulai Dengan Seleksi Indukan

Budidaya lobster air tawar mampu dimulai dengan menyeleksi indukan. Dengan seleksi indukan lobster air tawar yang baik, maka proses budidaya lobster air tawar akan menjadi lebih maksimal.

Berikut yakni ciri-ciri indukan lobster air tawar secara baik :

A. Ciri-ciri Indukan Lobster Air Tawar Yang Siap Dipijahkan:

  • Berusia minimal 6 bulan
  • Memiliki panjang minimal 10 cm
  • Memiliki bentuk tubuh indukan betina dan indukan jantan yang ideal.

B. Ciri-ciri Indukan Betina Lobster Air Tawar Yang Baik :

  • Ukuran kepala lebih kecil daripada ukuran badan.
  • Memiliki berat rata-rata 64, 73 gram.
  • Dijumpai alat kelamin yang normal, berupa lubang pada pangkal kaki ketiga dari bawah untuk mengeluarkan telur.
  • Berumur minimal 4-7 bulan.

C. Ciri-ciri Indukan Jantan Lobster Air Tawar Yang Baik :

  • Ukuran kepala lebih besar dari pada badan.
  • Memiliki berat rata-rata 62, 79 gram.
  • Terdapat garis merah pada capitnya.
  • Terdapat tanda atau bercak warna merah pada capik sebelah luarnya yang menandakan bahwa lobster telah matang gonad atau siap kawin.
  • Berumur minimal 4-7 bulan.

3. Cara Mengawinkan Lobster Air Tawar

Setelah mendapatkan indukan lobster air tawar yang baik, maka langkah selanjutnya dalam budidaya lobster air tawar yaitu mengawinkan lobster air tawar.

Berikut cara mengawinkan lobster air tawar :

  • Cara mengawinkan lobster air tawar yaitu dengan dipijahkan, atau memberi kawasan
    persembunyian dengan panjang sesuai tubuhnya dan jumlah sesuai dengan
    betinanya.
  • Tempat persembunyian mampu dibentuk dengan pipa paralon berdiameter 2 inchi dan panjang
    20 cm, atau disesuaikan dengan jenis dan panjang indukan.
  • Lobster air tawar dipijahkan di dalam bak selama 2-3 ahad sampai terjadi proses
    perkawinan indukan.
  • Jika memakai metode perkawinan massal, padat tebar maksimal 25 pasang per meter
    persegi.

4. Persiapan Bak Pemijahan Lobster Air Tawar

  • Bak pemijahan lobster air tawar tergantung pada ukuran dan tingkat kepadatan. Untuk pemijahan, biasanya 1- 2 ekor induk jantan dengan 3 ekor induk betina.
  • Kepadatan tebar dalam bak pemijahan mampu diatur dengan 3 – 5 ekor/ m2.
  • Shelter atau daerah persembunyian yang dipakai harus sesuai dengan ukuran indukan.
  • Aplikasikan 50 gram/ m2 GDM SaMe dengan cara ditebar merata.
  • Aplikasikan 6 gram/ m2 GDM Black BOS dengan cara dilarutkan didalam air, lalu siramkan ke dalam bak.

5. Proses Pemijahan Lobster Air Tawar

  • Menyiapkan bak pemijahan dengan kepadatan 3 – 5 ekor/ m2.
  • Semprot/siramkan secara merata SOC GDM Organik dengan takaran 6 ml/ m2.
  • Pilih indukan betina dan jantan yang unggul. Perbandingan lobster air tawar yang dipijahkan ialah 1-2 jantan : 3 betina.
  • Menyiapkan shelter dengan ukuran yang sesuai dengan tubuh indukan, kemudian.
  • Menjaga ketinggian air selalu stabil di kisaran 30 cm dengan suhu 23 – 290 Celsius biar proses pemijahan mampu berlangsung dengan baik.
  • Pemberian makan dapat dilakukan sehari 2 kali dengan dosis 3% dari total bio mass dalam sehari.
  • Tunggu selama 2 -3 ahad sampai terjadi proses perkawinan indukan. Setelah terlihat gejala bertelur, induk betina dipindahkan ke akuarium lainnya.

6. Penanganan  dan Penetasan Telur Lobster Air Tawar

Dalam budidaya lobster air tawar, penanganan dan penetasan telur harus diperhatikan. Induk bertelur dipindahkan dengan cara diangkat bersamaan dengan daerah persembunyiannya.

Harus dilakukan secara hati-hati. Jarak penampungan induk bertelur dan juga ruang pengeraman baiknya tidak terlalu jauh, ayitu sekitar 150 meter.

Pegeraman telur dilakukan dalam bak yang disesuaikan dengan kehidupan lobster di alam selama 3 – 5 ahad. Pada ahad pertama, telur masih berbentuk bulat dan berwarna kuning. Kemudian, telur menjadi coklat kehitaman dan mulai tampak bagian-bagian tubuh.

Setelah satu bulan, badan telah terbentuk sempurna, lalu dalam waktu 3 – 4 hari seluruh benih akan terlepas dari badan induknya.

7. Proses Persiapan Bak Pendederan

  • Bak pendederan harus diadaptasi dengan kehidupan lobster di alam, mulai dari kedalaman, tekanan air, suhu, sampai pH.
  • Temperatur air kolam berkisar 24-31o C.
  • pH 6-8
  • Kandungan amoniak dalam air maksimal 1,2 ppm.
  • Tingkat kekeruhan air 30-40 cm.
  • Aplikasikan 50 gram/ m2 GDM SaMe dengan cara ditebar merata.
  • Aplikasikan 6 gram/ m2 GDM Black BOS dengan cara dilarutkan didalam air, lalu siramkan ke dalam bak.
  • Kedalaman air bisa sedalam 25 – 30 cm dengan kepadatan 20 – 50 ekor/ m2.
  • Beri persembunyian berupa kepingan pipa paralon atau roster untuk kawasan persembunyian.

8. Proses Pendederan Lobster Air Tawar

  • Burayak diletakkan dalam wadah pengeraman hingga usia 7 – 15 hari.
  • Pemberian pakan 2 kali sehari berupa cacing sutera, cacing beku, atau pelet udang paling kecil sebanyak 2 – 3% berat burayak.
  • Setelah usia 7 – 15 hari lakukan penjarangan kepadatan dengan kerapatan 20 – 50 ekor/ m2.
  • Semprot/siramkan secara merata SOC GDM Organik dengan dosis 6 ml/ m2. Ulangi pengaplikasian setiap 10 hari sekali secara rutin.

9. Syarat Lokasi Kolam Lobster Air Tawar

  • Budidaya lobster air tawar mampu dilakukan dengan media akuarium ataupun bak. Untuk kolam, biasanya digunakan bak terpal/semen.
  • Ukuran bak umumnya 200 x 200 x 50 cm bagi burayak satu indukan, atau ukuran 2 x 1 x 0,5 meter untuk 1000 ekor bibit lobster.
  • Pastikan bahwa kolam telah terbebas dari zat-zat pencemar air.
  • Kolam sebaiknya dibangun di tempat yang sejuk, seperti bawah pohon atau kawasan tertutup.

10. Persiapan dan Pembuatan Kolam Lobster Air Tawar

Dalam pembuatan kolam untuk usaha lobster air tawar, ada dua opsi bak yang mampu digunakan, yakni bak tanah atau bak tembok. Berikut yakni beberapa persiapan yang diharapkan dalam pembuatan bak

A. Persiapan dan Pembuatan Kolam Lobster Air Tawar di Kolam Tanah

  • Lakukan pengeringan air bak/tambak selama seminggu.
  • Aplikasikan 50 gram/ m2 GDM SaMe dengan cara ditebar merata.
  • Aplikasikan 6 gram/ m2 GDM Black BOS dengan cara dilarutkan didalam air, lalu siramkan ke dalam bak.
  • Isi kolam dengan air seminggu sebelum bibit dilepaskan ke dalamnya.
  • Pasang aerator atau kincir air untuk menjaga sirkulasi oksigen dalam bak.
  • Pastikan bahwa kandungan air dalam kolam tanah kondusif bagi kelangsungan hidup lobster, mulai dari pH, oksigen, dan tingkat kekeruhan.

B. Persiapan dan Pembuatan Kolam Lobster Air Tawar di Kolam Tembok

  • Kolam tembok atau bak semen umumnya dipakai untuk pemijahan massal dan pembesaran burayak.
  • Aplikasikan 50 gram/ m2 GDM SaMe dengan cara ditebar merata.
  • Aplikasikan 6 gram/ m2 GDM Black BOS dengan cara dilarutkan didalam air, kemudian siramkan ke dalam bak.
  • Dapat dibuat dengan ukuran ideal, yaitu 2 x 2 x 0.,5 meter.
  • Kolam sebaiknya direndam terlebih dahulu selama 1 minggu untuk menghilangkan zat-zat berbahaya dengan memasukkan beberapa belah pelepah pisang ke dalam bak.

C. Persiapan dan Pembuatan Kolam Lobster Air Tawar di Kolam Terpal

  • Persiapkan lahan dengan mengukur ukuran kolam dengan kebutuhan terpal, contohnya ukuran kolam 4 x 3 meter, maka ukuran terpal sebaiknya 5 x 4 meter.
  • Buat dinding kolam dengan memakai susunan bambu, pasang terpal dan buatlah kanal pipa bak terpal.
  • Pastikan terusan pengairan dan pembuangan air telah disesuaikan dengan kondisi di sekitar bak.
  • Aplikasikan 50 gram/ m2 GDM SaMe dengan cara ditebar merata.
  • Aplikasikan 6 gram/ m2 GDM Black BOS dengan cara dilarutkan didalam air, kemudian siramkan ke dalam bak.

11. Tahap Perawatan Kolam Untuk Lobster Air Tawar

A. Tahap Perawatan Kolam Terpal Untuk Lobster Air Tawar

  • Pergantian air dapat dilakukan setiap 2 – 3 hari sekali.
  • Pastikan bahwa terpal tidak mengalami kebocoran, dan kanal air berfungsi secara baik untuk menjaga tekanan dan juga kualitas air kolam.
  • Tempat-kawasan persembunyian lobster baiknya dibersihkan secara bersiklus.

B. Tahap Perawatan Kolam Tembok Untuk Lobster Air Tawar

  • Sama seperti bak yang lain, pergantian air dapat dilakukan 2 – 3 hari sekali.
  • Untuk kolam tebok atau bak semen, pastikan bahwa air selalu bebas dari zat-zat berbahahaya dari tembok semen.
  • Tempat-kawasan persembunyian lobster baiknya dibersihkan.

C. Tahap Perawatan Kolam Tanah Untuk Lobster Air Tawar

  • Pergantian air dapat dilakukan 2 – 3 hari sekali untuk menjaga kualitas air.
  • Pastikan bahwa kualitas air pada bak tanah selalu terjaga, baik kekeruhan, oksigen, maupun tekanannya.
  • Tempat-daerah persembunyian lobster baiknya dibersihkan.

12. Proses Pemindahan Bibit Lobster Air Tawar Dari Bak Pendederan Ke Kolam Pembesaran

  • Pemindahan bibit lobster air tawae mampu dilakukan apabila kolam telah disiapkan, lobster dipindahkan seminggu sesudah air bak diisi.
  • Pastikan bahwa jumlah shelter mencukupi jumlah lobster air tawar yang dipindahkan.

13. Cara Perawatan Lobster Air Tawar

A. Cara Perawatan Lobster Air Tawar Kecil

Pada lobster air tawar kecil, bantuan pakan perlu diperhatikan. Tempat persembunyian mampu berua paralon, atau batako dan kayu berlubang.

Setelah 10 hari dalam kolam penetasan, benih dipindahkan ke kolam pembesaran untuk dipelihara selama 2 bulan.

Semprot/siramkan secara merata SOC GDM Organik dengan dosis 6 ml/ m2. Ulangi pengaplikasian setiap 10 hari sekali secara rutin.

B. Cara Perawatan Lobster Air Tawar Besar

Selain pakan, shelter menjadi hal penting yang perlu diperhatikan dalam perawatan lobster air tawar besar.

Shelter yang cocok adalah pipa paralon dengan ukuran panjang 15 20 cm dan diameter 4 inci.

Semprot/siramkan secara merata Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan dengan takaran 6 ml/ m2. Ulangi pengaplikasian setiap 10 hari sekali secara rutin.

14. Jenis dan Cara Pemberian Pakan Lobster Air Tawar Kecil

A. Jenis dan Cara Pemberian Pakan Lobster Air Tawar Kecil

Makanan lobster air tawar kecil dapat berupa cacing, sayuran, atau pelet lobster yang diberikan pagi dan sore sebanyak 2-3% berat burayak.

Cara pemberian pakan mampu dilakukan dengan menebarkan pakan ke bak lobster air tawar.

B. Jenis dan Cara Pemberian Pakan Lobster Air Tawar Besar

Makanan lobster air tawar besar dapat berupa cacing, sayuran seperti tauge dan wortel, atau pelet khusus lobster yang dikombinasi dengan sulai pakan buatan, seperti pellet, ikan tongkol, kombinasi pelet dengan cacing tubifex atau kombinasi ikan tongkol dengan cacing tubifex.

Cara santunan pakan mampu dilakukan dengan menebarkan pakan ke kolam lobster air tawar.

15. Masa Panen Lobster Air Tawar

Bibit mampu dipanen sehabis ukuran lobster air tawar mencapai 1 -2 cm, yakni sekitar usia 20 hari.

Pada usaha ternak lobster air tawar pembesaran, biasanya mampu dipanen pada usia 6-8 bulan dengan berat rata-rata 100 gram ke atas. Meski begitu, ukuran lobster air tawar mampu disesuaikan dengan seruan pasar.

Nah, itu adalah cara budidaya lobster air tawar secara organik yang perlu Anda ketahui. Bagaimana? Apakah Anda sudah mantap dalam membudidayakan lobster air tawar?