Cara Budidaya Sidat Yang Efektif Dan Terbukti Ampuh

Budidaya sidat (Anguilla marmorata, A. bicolor) mulai banyak diminati masyarakat alasannya adalah keuntungan yang didapat sangat menjanjikan dengan peluang ekspor yang terbuka lebar. Budidaya ikan sidat ini bahwasanya mirip dengan budidaya belut atau ikan pada umumnya.

Yang membedakan budidaya ikan sidat dengan belut atau ikan yang lain yakni ikan sidat sangat peka terhadap perubahan lingkungan sehingga perlu dibuat mirip habitat alaminya.

Berikut Adalah Step By Step Budidaya Sidat

1. Persiapan Kolam Pada Budidaya Ikan Sidat

Sidat mampu dibudidayakan di kolam tanah, beton ataupun terpal yang disesuaikan dengan sumber daya dan dananya.  Hal terpenting dari persiapan bak pada budidaya sidat yaitu sirkulasi air dan aerasi harus terus menerus 24 jam.

A. Jenis Kolam

Kolam beton dan kolam terpal adalah kolam yang paling banyak dipakai untuk budidaya sidat. Karena sifat ikan ini yang sangat peka dengan perubahan lingkungan dan suka mirip habitat alaminya maka bak beton dan bak terpal lebih mudah dikontrol lingkungan ekosistemnya.

B. Suhu Kolam

Suhu air kolam yang optimal yakni antara 28° – 32°C. Suhu air bak ini lebih detail sesuai  dengan tahapan budidayanya. Untuk pendederaan glass eel suhu optimal 28°-31°C, untuk pendederan elver suhu optimal 29°-32°C, sedangkan untuk pembesaran memerlukan suhu optimal 28°-32°C.

C. Tingkat pH Pada Air

Tingkat keasaman (pH) air bak dalam budidaya sidat untuk pertumbuhan optimalnya ialah berkisar 7 – 8. Seperti pada umumnya budidaya perikanan lebih menyukai kondisi pH yang mendekati normal.

pH kurang dari 7 tidak cocok untuk budidaya sidat alasannya adalah untuk menaikkan ph tersebut memerlukan proses oksidasi yang mampu mengurangi kandungan oksigen dalam air.

D. Kandungan Oksigen

Kandungan oksigen terlarut dalam air merupakan faktor terpenting dalam budidaya sidat. Kandungan oksigen terlarut  yang baik untuk pertumbuhan ikan sidat adalah >5 mg/L . Hal ini sesuai dengan kebutuhan oksigen terlarut minimal untuk kawasan tropis maupun daerah masbodoh atau perairan laut.

2. Pemilihan Bibit Ikan Sidat Yang Baik

Untuk menerima bibit ikan sidat ini tidaklah gampang, alasannya sebagian besar masih mengandalkan hasil dari tangkapan alam dan belum ada yang bisa memijahkannya. Bibit ikan sidat dimulai dari ukuran terkecil dimana kondisi badan bibit sidat masih transparan yang disebut dengan glass eel. Saat ini banyak pengepul bibit sidat yang memasarkan lewat media online.

3. Pakan Sidat Merupakan Faktor Penting Dalam Proses Budidaya

Pakan ikan sidat mulai dari pendederan sampai pembesaran dapat berupa pakan alami atau pakan buatan. Pakan alami mulai dari plankton hingga cacing sutra. Pakan buatan dapat berupa pasta ataupun pellet yang disesuaikan dengan umur sidat.

Agar kondisi air bak selalu terjaga dan pakan alami berupa plankton dapat tumbuh secara optimal diperairan bak, maka perlu ditambahkan Suplemen Organik Cair GDM Perikanan pada air kolam sebanyak 6 ml/m³ setiap minggu sekali.

Dan akan lebih baik lagi jikalau SOC GDM ditambahkan dalam pakan buatan untuk sidat 10 ml/kg pakan. Pemberian pakan sidat rata-rata yaitu 2% – 4% dari biomassa bobot sidat tiap hari, yang diberikan 2 kali adalah pagi sebanyak 40% dan malam sebanyak 60%.

4. Tahap Pendederan Sidat

Pendederan sidat ada 2 tahap, adalah pendederan I untuk glass eel dan pendederan II untuk elver.

Pendederan I dilakukan di bak fiber glass berbentuk lingkaran dengan kapasitas 500 liter. Padat tebar 20 ekor/liter, dengan kala pemeliharaan 45-50 hari hingga ukuran 500 ekor/Kg. Penggantian air dengan system resirkulasi 75% setiap hari. Pada tahap ini kolam dilengkapi kolam filter, aerasi dan Ultra Violet.

Pendederan II dilakukan setelah sidat sudah mulai berpigmen sampai umur 3 bulan atau bobotnya mencapai 50 ekor/Kg. Penggantian air tetap dilakukan dengan system resirkulasi 30% setiap hari.

5. Pembesaran Ikan Sidat

Tahap pembesaran sidat dilakukan di bak pembesaran sampai ukuran konsumsi atau 2-3 ekor/Kg. Padat tebar pada tahap ini adalah 5 ekor/M². Pergantian air masih tetap dilakukan sebanyak 40% setiap 3 hari. Pakan yang baik untuk tahap ini ialah pakan pellet yang mengandung protein minimal 40%.

6. Tahap Panen Sidat

Ikan sidat yang siap panen untuk konsumsi berukuran 180-200 gram/ekor. Cara panen ikan dapat dilakukan sedikit demi sedikit atau serentak dalam satu bak.

Jika sedikit demi sedikit, caranya adalah dengan memancing ikan sidat dengan pinjaman pakan, saat berebut ikan sidat lebih gampang dijaring. Tetapi kalau serentak, bak harus dikurangi airnya dan ikan sidat digiring ke bak penampungan. Pisahkan ikan sidat menurut ukuran pada bak penampung yang airnya dangkal yang sudah dilengkapi aerator.