Bagi-bagi amplop THR atau Tunjangan Hari Raya sudah menjadi tradisi rutin setiap Lebaran. Makanya, layanan penukaran uang receh selalu diserbu warga saat bulan Ramadhan.

Kamu sudah punya uang pecahan kecil? Kalau belum, tenang saja. Ada layanan penukaran uang resmi yang bisa kamu datangi. Bukan inang-inang pinggir jalan ya.

Bank Indonesia (BI) sudah menebar uang tunai sebesar Rp 152,14 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadhan atau Idul Fitri 1442 H.

Jumlah uang tersebut naik cukup signifikan sebesar 39,33% dibanding 2020 yang sebesar Rp 109,20 triliun. Banyak kan? Jadi gak perlu takut kehabisan duit selama puasa dan Lebaran 2021

BI juga koordinasi dengan bank dan Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR) untuk menjaga ketersediaan uang di mesin ATM dan mesin setor tarik (Cash Recycling Machine).

Baca Juga: Uang Rusak Dimakan Rayap, ini Kriteria Uang Rusak yang Bisa Ditukar di Bank

 

Penukaran Uang di Monas Sudah Tidak Ada

penukaran uang
Mobil kas penukaran uang di Monas (Foto: cnbcindonesia.com)

Tahun-tahun sebelumnya, kalau tukar uang receh pasti di halaman Monas. Tetapi semenjak ada Covid-19, layanan penukaran uang Lebaran di Monas ditiadakan oleh BI. Tepatnya sejak tahun lalu.

Selain itu, kegiatan penukaran uang rupiah ini juga dilakukan di jalan tol, keliling dari satu kantor ke kantor lain. Namun sekarang sudah tidak ada lagi.

Lokasi Penukaran Uang Lebaran 2021

penukaran uang
Lokasi penukaran uang Lebaran kini di kantor-kantor bank (Foto: suarantb.com)

Saat ini, penukaran uang baru Lebaran 2021 dapat dilayani di kantor bank. Bank manapun yang bekerja sama untuk memfasilitasi penukaran uang rupiah ini.

Bank yang melayani penukaran uang, ada bank BUMN maupun bank swasta. Bank konvensional maupun bank syariah.

Kamu bisa tukar uang receh di 4.608 kantor bank yang tersebar di seluruh Indonesia. Terdiri dari:

  • Sebanyak 439 kantor bank di wilayah Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi)
  • Sebanyak 4.169 di luar wilayah Jabodebek.

Berikut lokasi penukaran uang Lebaran di Jabodebek:

1. Bank BCA

BCA

BCA

2. Bank BNI

BNI

3. Bank BRI

BRI 

4. Bank Mandiri

Mandiri

5. Bank BTN

BTN 

BTN

BTN

6. Bank CIMB Niaga

CIMB Niaga

CIMB Niaga

7. Bank Muamalat

Muamalat

Untuk daftar lokasi penukaran uang selengkapnya, termasuk wilayah luar Jabodebek, klik di sini.

Baca Juga: Lagi Hits, Ini 5 Fakta Uang Rp75 Ribu Edisi HUT RI 75 Tahun dan Cara Tukarnya

1 Orang Maksimal Rp 3,7 Juta

penukaran uang
Penukaran uang Lebaran dibatasi (Foto: merdeka.com)

Sama dengan tahun lalu, penukaran uang Lebaran tahun ini juga dibatasi maksimal Rp 3,7 juta per orang. Rinciannya:

  • Pecahan Rp 20.000 sebesar Rp 2 juta
  • Pecahan Rp 10.000 sebesar Rp 1 juta
  • Pecahan Rp 5.000 sebesar Rp 500 ribu
  • Pecahan Rp 2.000 sebesar Rp 200 ribu.

Untuk tukar uang, syaratnya membawa KTP dan uang tunai yang ingin ditukar.

Jadwal Penukaran Uang Lebaran 2021

penukaran uang
Penukaran uang Lebaran dilayani hingga 11 Mei 2021

Catat nih tanggalnya. Layanan penukaran uang pecahan kecil untuk Lebaran 2021 mulai 12 April sampai 11 Mei mendatang.

Jam layanan 9 pagi sampai 2 siang. Layanan tukar uang ini gratis alias tidak dipungut biaya sepeserpun. Jangan sampai ketinggalan!

Baca Juga: Peringati Hari Oeang, Begini Cara Nyata Mencintai Rupiah

Bisa Tukar Uang Rupiah Baru Rp 75 Ribu

Buat kamu yang belum memiliki uang rupiah baru Rp 75 ribu edisi HUT Kemerdekaan RI, saatnya berburu. Sekalian saja tukar uang receh, sekaligus uang rupiah baru.

Tinggal datang ke seluruh kantor BI atau jaringan kantor bank. Atau tukar uang online melalui aplikasi penukaran PINTAR di pintar.bi.go.id.

Cukup membawa KTP dan uang yang mau ditukar UPK 75 Tahun RI. Satu KTP dapat menukar maksimal 100 lembar uang rupiah baru Rp 75 ribu edisi khusus per hari. Kalau kurang, bisa tukar lagi di hari berikutnya.

Bijak Kelola THR untuk Bagi-bagi Amplop

Berbagi itu memang indah, terlebih di bulan Ramadhan yang dijanjikan pahala berlipat ganda. Namun pastikan kamu mengelola gaji maupun THR dengan baik, terlebih untuk bagi-bagi amplop ke handai taulan.

Buat bujet atau anggaran untuk bagi-bagi amplop. Idealnya 10% dari uang THR untuk sedekah. Jadi, setelah 10% tersebut dikeluarkan untuk zakat fitrah, barulah sisanya dipakai untuk bagi-bagi amplop Lebaran.

Itu kalau kamu dapat THR penuh. Jika dapat THR dicicil dari perusahaan, alokasi 10% tersebut dapat dikurangi, misalnya menjadi 5% saja.

Sedangkan jika kamu harus gigit jari karena gak dapat THR Lebaran, sebaiknya absen dulu dari tradisi ini. Pasti keluarga atau keponakan bisa mengerti kondisi keuanganmu.

Terpenting adalah mengatur keuangan sebaik mungkin agar tidak tekor atau kantong kering pasca Lebaran.

Baca Juga: 5 Cara Sehatkan Kembali Keuangan Anda Pasca Lebaran

 



Sumber