Saat menjalin kasih dengan lawan jenis, kamu dan pasangan pasti berkomitmen untuk saling jujur dan bersikap terbuka. Dalam hal apapun, termasuk keuangan.

Terlebih ketika sudah menikah. Dalam berumah tangga, tidak boleh lagi ada yang ditutup-tutupi. Gak ada privasi soal keuangan.

Semua harus didiskusikan bersama. Kamu dan pasangan sama-sama mengetahui pemasukan dan pengeluaran keluarga. Bila sampai salah satunya dibohongi, maka yang terjadi adalah pertengkaran, hingga perpisahan atau cerai.

Inilah yang dinamakan ‘perselingkuhan finansial.’ Apa sih tanda-tanda pasangan berbohong soal uang? Berikut ulasannya:

Baca Juga: Mantapkan 6 Hal Ini Sebelum Kamu dan Doi Menikah

 

Keuangan

1. Menutupi masalah finansial

Tidak ada asap, kalau tidak ada api. Cekcok timbul karena ada kebohongan yang mewarnai biduk rumah tanggamu.

Pasangan berusaha menyembunyikan permasalahan keuangan darimu. Entah itu, gaji terlambat, punya utang dari pinjaman online, tagihan kartu kredit bengkak, dan sebagainya.

Alibinya karena tidak mau kamu ikut terseret masalah. Biar pasanganmu yang menanggung semua beban ini. Hello… namanya sudah berumah tangga, gak ada tuh egois begitu.

Kalau sedang dililit masalah finansial, kamu juga harus mengetahuinya. Kemudian bukan saling menyalahkan, tetapi mencari solusi bersama untuk keluar dari persoalan tersebut.

Jika pasanganmu sudah berbohong sekali, maka akan selamanya seperti itu. Jadi, sebaiknya sejak awal pernikahan atau hubungan, saling komitmen untuk bersikap terbuka mengenai keuangan.

2. Sering belanja rahasia

Ini kerap dilakukan banyak pasangan. Diam-diam belanja, beli barang ini dan itu tanpa sepengetahuan pasangan. Bukti pembayarannya pun disembunyikan, agar kamu tidak tahu.

Namun lambat laun ketahuan bahwa pasanganmu membeli barang. Harganya pun cukup mahal. Begitu ditanya, banyak alasan.

Kebohongan kecil yang sudah menjadi kebiasaan buruk. Lama-lama kamu bakal jengah dengan sikap seperti itu. Apalagi jika kamu termasuk pasangan yang jujur, selalu meminta izin ketika ingin belanja sebuah barang.

Pasti kamu akan merasa sakit hati dengan perlakuan bohong pasanganmu. Hal ini bisa menjadi konflik rumah tangga.

Baca Juga: Tips Mengatur Keuangan Buat Pengantin Baru, Nomor 5 Penting Banget

3. Menyembunyikan slip gaji

Sejak awal, pasanganmu selalu menyimpan slip gaji. Pasanganmu hanya menyebutkan nominal gaji yang bukan sebenarnya kepadamu.

Misalnya gaji Rp 10 juta, bilangnya cuma Rp 5 juta. Apapun alasannya, meski itu untuk simpanan masa depan, berbohongnya tetap salah.

Lebih baik terbuka dengan mengatakan sejujurnya. Kemudian diskusikan kalau memang perlu untuk simpanan atau uang untuk kebutuhan tertentu, misalnya ongkos transport dan makan ke kantor, atau membeli barang.

Daripada ditutupi, bisa menimbulkan salah paham. Bisa saja kamu menuduh pasanganmu berselingkuh. Sisa gajinya untuk istri simpanannya meski sebenarnya tidak seperti itu.

Keuangan

4. Menutupi Perilaku Boros

Jangan hanya karena takut dimarahi, lalu berbohong untuk menutupi perilaku boros. Kebiasaan boros dapat menjadi alasan seseorang mencurangi pasangannya.

Setiap orang punya sifat dan kebiasaan masing-masing. Namun tidak dibenarkan untuk berbohong, termasuk gaya hidup boros.

Kalau pasangan atau kamu yang boros, sebaiknya dibicarakan terus terang. Selanjutnya minta saran atau pendapat agar bisa mengubah gaya hidup tersebut.

Baca Juga: Perlukah Punya Rekening Keluarga Setelah Menikah?

5. Menolak menggabung rekening

Ketika sudah menikah, sebaiknya kamu dan pasangan menggabungkan rekening. Punya rekening bersama. Jadi, tidak ada lagi yang ditutup-tutupi karena sama-sama mengetahui arus keluar masuk uang.

Namun kalau pasanganmu berbohong, dia akan bersikeras menolak rekening digabung. Maunya tetap punya rekening terpisah denganmu.

Jika pasangan bersikap demikian, kamu bisa mencurigainya. Mungkin saja ada sesuatu yang disembunyikan dari kamu, seperti tagihan, penghasilan, pengeluaran, atau lainnya. Dia tidak ingin kamu mengetahui karena alasan-alasan tertentu.

Terbuka soal Keuangan Biar Langgeng dan Makin Romantis

Jangan pernah menganggap kebohongan bisa dimaklumi. Kebohongan bukan lelucon. Sekecil apapun kebohongan, tidak bisa ditolerir.

Apalagi soal keuangan. Masalah uang sangat sensitif, termasuk untuk kamu yang sudah menikah. Jadi jangan biarkan rumah tanggamu dihiasi dengan kebohongan kalau mau langgeng.

Walaupun dibangun atas asas kepercayaan, namun kebohongan bukan sikap terpuji. Cobalah untuk sama-sama terbuka atau transparan mengenai gaji, pengeluaran, utang masing-masing.

Intinya tidak ada yang disembunyikan secuil pun. Semua dibicarakan berdua, mencari solusi kalau ada masalah. Dengan demikian, komunikasi kamu dan pasangan berjalan lancar, makin harmonis, dan tambah romantis.

Baca Juga: Keuangan Sebelum dan Sesudah Menikah, Ekspekstasi Tak Seindah Realita

 



Sumber