Kamu pasti menyadari jika menjaga etika dengan orang lain mampu menciptakan hubungan dan relasi yang harmonis. Manusia adalah makhluk sosial yang tak bisa hidup sendirian dan memerlukan jalinan hubungan yang baik dengan sesamanya. Tentunya, agar hubungan senantiasa terjaga, terdapat nilai yang terintegritas serta tata cara kehidupan dalam lingkungan masyarakat. 

Nilai dan tata cara untuk hidup bermasyarakat itulah yang disebut sebagai etika. Nah, etika ini harus dijunjung pada segala aspek kehidupan manusia. Jika tidak, tentu akan sering terjadi perselisihan tidak sehat yang dapat memperlambat proses kemajuan dan perkembangan. 

Hal tersebut juga berlaku saat kamu terjun ke dunia bisnis. Tanpa mengikuti etika berbisnis yang baik, kamu akan kesulitan untuk bisa mengembangkan usaha dan kehilangan peluang untuk meraih kesuksesan. Jadi, selayaknya hidup di masyarakat, kamu juga perlu memahami bagaimana etika yang baik dalam berbisnis dan mempraktikkannya dengan sepenuh hati. 

Baca Juga: 7 Cara Meningkatkan Daya Saing Bisnis

Apa Itu Etika Bisnis?

etika bisnis

Apa Itu Etika Bisnis?

Business etiquette atau etika bisnis adalah cara menjalani bisnis yang meliputi segala aspek terkait dengan individu, masyarakat, dan perusahaan. Etika bisnis mempunyai peranan penting sebab dapat menciptakan norma, nilai, dan juga perilaku karyawan serta pimpinan dengan tujuan membangun hubungan yang sehat dan adil dengan relasi kerja, masyarakat, atau pemegang saham.

Etika bisnis juga dapat diartikan sebagai aturan tak tertulis perihal cara menjalankan sebuah bisnis dengan adil serta sesuai hukum yang dicanangkan oleh negara. Hal tersebut tidak bergantung pada status atau kedudukan suatu individu ataupun perusahaan yang ada di masyarakat.

Jadi, etika bisnis adalah standar dan juga pedoman bagi seluruh karyawan, termasuk juga manajemen dalam menjalankan pekerjaan setiap hari dengan berlandaskan kejujuran, transparansi, moral luhur, dan sikap profesionalisme. 

Definisi Etika Bisnis dari Para Ahli

Selain pengertian etika bisnis di atas, beberapa ahli juga memaparkan definisi mereka sendiri mengenai istilah tersebut. Berikut adalah beberapa definisi etika bisnis berdasarkan pendapat para ahli.

Steade Et Al

Business etiquette atau etika bisnis adalah standar etis yang berhubungan dengan tujuan serta cara menciptakan keputusan bisnis.

Hill & Jones

Etika bisnis adalah sebuah ajaran yang membedakan sesuatu yang benar dan salah. Hal tersebut bisa memberikan pembekalan terhadap setiap pemimpin institusi atau perusahaan saat mempertimbangkan pengambilan keputusan strategis terkait masalah moral yang rumit atau kompleks.

Velasquez

Etika bisnis adalah studi khusus perihal moral yang salah maupun benar. Studi tersebut memiliki konsentrasi terhadap bagaimana standar moral seharusnya diterapkan pada kebijakan, institusi, maupun perilaku bisnis.

Bertens

Bertens mengemukakan bahwa etika bisnis tak sekadar ketentuan dan aturan hukum. Melainkan, terdapat sebuah standar lebih tinggi ketimbang standar minimal yang ada pada ketentuan hukum. Oleh karena itu, dalam berbisnis, seringkali ditemui aspek abu-abu atau tidak jelas dan tak diatur ketentuan hukum secara langsung. 

Muslich

Etika bisnis merupakan sebuah pengetahuan mengenai tata cara yang ideal pada pengaturan serta pengelolaan bisnis, dan tetap memerhatikan norma serta moralitas yang secara universal berlaku. 

Sumarni

Etika bisnis terkait dengan kendala atau masalah penilaian mengenai kegiatan dan juga perilaku usaha yang membidik pada kejujuran atau kebenaran bisnis.

Prinsip Penting pada Etika Bisnis

Bertens menjelaskan bahwa etika bisnis perlu dilihat dari 3 sudut pandang. Yang pertama adalah sudut pandang ekonomi, yang berarti bisnis yang positif akan memberikan keuntungan tanpa memberikan kerugian pada orang lain. 

Selanjutnya adalah sudut pandang hukum, artinya bisnis tidak perlu melanggar aturan hukum berlaku maupun yang telah ditetapkan. Sudut pandang yang terakhir adalah moral, menjelaskan bahwa bisnis perlu menyesuaikan dengan standar atau ukuran moralitas.

Di sisi lain, terdapat 5 prinsip yang bisa dijadikan sebagai acuan atau pedoman perilaku dalam melakukan etika bisnis. Hal ini dijabarkan Sonny Keraf sebagai berikut: 

  1. Kejujuran

    Prinsip ini menanamkan sikap jika sesuatu yang dipikirkan merupakan sesuatu yang dikatakan. Di sisi lain, sesuatu yang dikatakan menjadi sesuatu yang akan dikerjakan. Prinsip kejujuran ini menjunjung kepatuhan terhadap pelaksanaan komitmen dan perjanjian yang telah disepakati.

  2. Otonomi

    Prinsip ini berpegang teguh pada kemandirian, kebebasan, dan tanggung jawab. Artinya, seseorang yang mandiri merupakan orang yang bisa memutuskan serta melakukan tindakan dengan dasar kemampuan sendiri dan apa yang telah diyakini serta terbebas dari tekanan, hasutan, maupun ketergantungan. 

  3. Saling Menguntungkan

    Pada prinsip ini memandatkan kesadaran bahwa dalam menjalani sebuah bisnis membutuhkan win-win solution. Dalam kata lain, semua tindakan dan keputusan bisnis harus diusahakan untuk mampu memberikan keuntungan terhadap semua pihak yang terkait. 

  4. Keadilan

    Prinsip keadilan menanamkan sikap untuk menganggap dan memperlakukan seluruh pihak secara adil tanpa membedakan apapun ataupun siapapun.

  5. Integritas Moral

    Prinsip ini merupakan prinsip teguh agar tak memberikan kerugian pada orang lain terkait segala tindakan dan keputusan bisnis yang ditempuh. Prinsip integritas moral juga berlandaskan pada kesadaran bahwa semua orang berhak untuk dihormati dengan cara yang sama secara harkat maupun martabatnya. 

Baca Juga: Ingin Menjadi Pebisnis Sukses? Terapkan 8 Etika Bisnis ini

Prinsip Umum Etika Bisnis

Pada praktik etika bisnis, terdapat 3 prinsip umum yang dapat memudahkan pebisnis dalam mengimplementasikannya. Ketiga prinsip umum etika bisnis tersebut adalah: 

  1. Saling Percaya Antara Satu sama Lain

    Sikap saling percaya antara satu dengan yang lain ini tentu mampu membantumu dalam mengimplementasikan etika bisnis dengan baik. Dengan begitu, kamu dapat mematuhi perjanjian serta aturan yang telah disepakati bersama sebelumnya dengan lebih mudah dan tanpa menaruh rasa curiga. 

  2. Sikap Tanggung Jawab

    Prinsip ini penting dalam beretika bisnis karena dapat menumbuhkan komitmen dan menghasilkan kemakmuran yang tak hanya terbatas pada pemilik saham, namun juga pada pemangku kebijakan dan lingkungan operasional perusahaan. 

  3. Menghargai Lingkungan

    Tak kalah pentingnya, prinsip menghargai lingkungan juga penting dipahami agar bisa mempraktikkan etika dalam bisnis dengan optimal. Semua pelaku bisnis harus bisa menjaga, memanfaatkan, dan mengelola sumber daya alam secara efisien. Dengan begitu, kelangsungan dan kelestarian alam juga lingkungan dapat bertahan lama. 

Manfaat Menerapkan Etika Bisnis

Menerapkan etika dalam bisnis ternyata juga mampu memberikan beragam manfaat terhadap perusahaan atau unit usaha. Beberapa manfaat yang bisa didapat saat menerapkan etika bisnis meliputi:

  • Manajemen yang Lebih Efektif

    Manfaat pertama yang bisa didapatkan adalah aktivitas manajemen yang efektif. Hal ini disebabkan karena penerapan tersebut menciptakan kepatuhan pada aturan yang berlaku.

  • Kepatuhan

    Manfaat kedua yang tak kalah pentingnya dari implementasi etika dalam bisnis adalah peningkatan kepatuhan pada aturan yang berlaku di sebuah perusahaan.

  • Peningkatan Reputasi

    Manfaat yang terakhir adalah meningkatkan reputasi perusahaan. Penyebabnya karena suasana integritas di sebuah perusahaan juga akan turut meningkat saat etika diterapkan secara optimal. 

Pahami Etika Bisnis Sebagai Kunci Penting agar Bisnis Dapat Berjalan dengan Lancar

Itulah sekilas ulasan tentang apa itu etika bisnis, prinsip, dan juga manfaatnya. Tetap pahami jika etika dalam bisnis mempunyai peranan krusial yang mampu memengaruhi kelancaran usaha atau bisnis di sebuah perusahaan. Oleh karena itu, selalu jalin hubungan baik dengan sesama mitra kerja agar bisnis dapat berjalan dan berkembang dengan lebih optimal.

Baca Juga: Cara Membuat Bisnis Plan dan Kegunaannya



Sumber