Menggunakan kartu kredit sudah menjadi kebutuhan sebagian orang, terutama mereka yang terbiasa dengan berbagai layanan keuangan yang praktis. Hingga saat ini kartu kredit masih mampu memberikan akses pembayaran yang mudah, bahkan semakin membaik setiap tahunnya. 

Hal ini akan menjadi pilihan yang tepat, bahkan meski Anda membutuhkan banyak transaksi setiap bulannya. Selain akses yang mudah, berbagai promosi dan juga penawaran menarik lainnya tentu menjadi hal yang tak bisa diabaikan di dalam produk ini.

Jika selama ini Anda menjadi salah satu pengguna aktif kartu kredit, pastikan Anda terbiasa menggunakan produk ini dengan bijak. Merencanakan setiap transaksi dengan baik merupakan salah satu cara cerdas untuk memanfaatkan kartu kredit dengan maksimal. 

Hal ini akan membantu Anda menghindari tagihan yang besar, bahkan mungkin yang kelak akan menunggak. Jangan sampai Anda tidak mampu membayar tagihan kartu kredit di masa yang akan datang, hanya karena tidak bijak dalam menggunakannya. Bukannya mendapatkan manfaat maksimal, sikap seperti ini justru bisa membawa Anda ke dalam berbagai masalah.

Berikut ini adalah beberapa konsekuensi yang akan Anda tanggung, jika sampai Anda menunggak tagihan kartu kredit:

 

1. Harus membayar bunga tinggi 

tagihan bungan kartu kredit

Sudah bukan rahasia lagi jika bunga kartu kredit menjadi salah satu yang paling tinggi. Anda bisa dikenakan bunga sekitar 2%-3% setiap bulannya, jika Anda tidak melunasi tagihan kartu kredit. 

Ini jumlah yang besar, apalagi jika ternyata Anda memiliki jumlah tagihan yang banyak di kartu kredit Anda. Bunga ini akan diterapkan ketika Anda melakukan pembayaran tidak penuh, termasuk pembayaran minimum (sekitar 10%) dari total tagihan Anda. 

Selain itu, Anda juga akan dikenai bunga jika melakukan pelunasan tagihan setelah melewati masa jatuh tempo yang ditentukan oleh pihak bank.

Baca Juga: Mau Transaksi Kartu Kredit Aman? Ini 6 Tipsnya!

2. Harus membayar denda keterlambatan

biaya keterlambatan

Penting untuk selalu membayar tagihan kartu kredit tepat waktu. Bahkan akan jauh lebih baik, jika Anda melakukan pembayaran ini beberapa hari sebelum jatuh tempo. Hal ini untuk menghindari biaya denda yang timbul akibat pembayaran yang terlambat. 

Jika Anda melakukan pembayaran setelah masa jatuh tempo, maka bank akan menerapkan sejumlah denda atas tagihan tersebut. Besaran denda keterlambatan ini cukup tinggi, tergantung pada kebijakan bank penerbit kartu kredit Anda. 

Selain itu, keterlambatan pembayaran seperti ini juga akan membuat tagihan Anda dikenakan sejumlah bunga di bulan berikutnya.

3. Skor kartu kredit menjadi buruk

skor kartu kredit

Di dalam prakteknya, bank penerbit kartu kredit akan selalu menilai Anda selaku pengguna produk mereka. Penilaian ini tentu didasarkan pada riwayat pemakaian kartu kredit yang Anda miliki. 

Jika penggunaan dan pembayaran kartu kredit Anda lancar, maka pihak bank akan memberikan skor 1. Skor 2 diberikan saat penggunaan kartu kredit Anda dalam pengawasan khusus, sedangkan skor 3 jika pembayaran Anda mulai tidak lancar. Skor 4 diberikan jika bank mulai meragukan pembayaran Anda, dan skor 5 diberikan saat pembayaran kartu kredit Anda mulai macet. 

Skor ini akan diberikan sesuai dengan kondisi penggunaan kartu kredit Anda. Jika Anda memiliki skor kredit yang buruk, maka akses untuk mendapatkan layanan perbankan (kredit) di masa yang akan datang tentu menjadi sulit.

Baca Juga: Jangan Panik Dulu, Ketahui 6 Penyebab Transaksi Kartu Kredit Ditolak

4. Didatangi oleh debt collector

debt collector

Saat Anda menunggak tagihan kartu kredit, maka pihak bank tentu akan berupaya untuk melakukan penagihan. Hal ini biasanya dilakukan dalam berbagai cara, sesuai dengan kondisi tunggakan kartu kredit Anda tersebut. 

Pada awalnya pihak bank akan menghubungi Anda melalui sambungan telepon, baik itu ke rumah, ponsel maupun ke kantor. Jika tidak berhasil, maka surat peringatan akan menyambangi rumah dan kantor Anda. 

Namun dalam kondisi yang terburuk, Anda bisa saja mendapat kunjungan dari debt collector untuk penyelesaian tagihan tersebut.

5. Masuk daftar blacklist Bank Indonesia

black list

Sama halnya ketika menggunakan layanan perbankan lainnya, riwayat penggunaan kartu kredit Anda juga akan masuk rekam jejak Bank Indonesia (BI). Semua rekam jejak pembayaran Anda yang berkaitan dengan lembaga keuangan akan masuk ke dalam Informasi Debitur Individual Historis (IDI Historis). 

BI akan menyimpan setidaknya untuk transaksi keuangan Anda selama 24 bulan terakhir. Jika rekam jejak pembayaran Anda buruk, maka Anda akan masuk ke dalam daftar blacklist BI. Anda akan sulit untuk mengakses layanan perbankan jika sudah masuk dalam daftar ini.

6. Menerima gugatan perdata

gugatan perdata

Pada dasarnya, Indonesia tidak memiliki hukum pidana yang mengatur tentang masalah kartu kredit yang menunggak seperti ini. 

Namun dalam hal ini, hukum perdata bisa saja diterapkan oleh pihak bank, dimana nasabah bermasalah dituntut untuk melakukan pelunasan atas tunggakan kartu kreditnya. Meski jarang terjadi, masalah hukum yang seperti ini tentu patut untuk selalu diwaspadai.

Gunakan dan Lunasi Tagihan Kartu Kredit dengan Bijak

Bagi Anda yang menjadi pengguna aktif kartu kredit, biasakan untuk selalu menggunakan kartu kredit Anda dengan bijak. Produk yang satu ini bisa memudahkan Anda dalam bertransaksi, namun tetap akan menimbulkan tagihan yang wajib dibayarkan. Selalu melunasi tagihan Anda setiap bulannya, agar kelak Anda tidak sampai mengalami masalah dengan pihak bank dan debt collector

Baca Juga: Gak Puas Limit Kartu Kredit Kecil? Begini Cara Menaikkannya Biar Disetujui Bank

 



Sumber