Menabung sebetulnya sangat mudah bagi kamu yang punya niat dan disiplin menyisihkan uang. Sayangnya, tidak semua orang bisa melakukannya.

Itu karena belum ada kesadaran dan masih menyepelekan manfaat menabung. Padahal menabung dapat memberi banyak keuntungan.

Salah satunya untuk dana cadangan. Bila sewaktu-waktu ada kebutuhan penting dan mendesak, seperti cicilan KPR naik, bayar tagihan listrik yang membengkak, atau gaji habis di tengah bulan, kamu bisa menarik uang tabungan.

Tujuan menabung sejatinya untuk persiapan masa depan. Agar keuanganmu tetap stabil meski sudah pensiun nantinya.

Begini cara mudah menabung tanpa harus berhemat mati-matian:

Baca Juga: 6 Cara Mengatur Keuangan untuk Suami Istri yang Berjauhan

 

Mengatur Keuangan
Menabung harus punya komitmen dan tujuan yang kuat biar semangat

1. Punya komitmen dan tujuan yang kuat

Menabung tidak akan pernah terwujud kalau tidak ada komitmen. Katakan pada diri sendiri jika kamu ingin menabung untuk mencapai tujuan tertentu, misalnya bekal pensiun di usia muda, membuka usaha, atau lainnya.

Tujuan ini bisa jadi pemacu semangatmu untuk menabung. Tulis tujuan utamamu menabung, lalu tempel di tempat di mana kamu sering menghabiskan waktu, seperti meja kantor, dinding kamar tidur, bahkan buat wallpaper di ponsel.

2. Sisihkan 10% dari gaji atau penghasilan

Jika baru ingin mulai menabung, agar tidak terlalu berat atau jadi beban, menabung dalam jumlah kecil dulu. Anggarkan 10% dari gaji atau penghasilan ke pos tabungan.

Nanti bila sudah terbiasa atau dapat rezeki lebih, kamu bisa memperbesar bujet menabung. Bisa 15% atau 20% dari gaji.

Apalagi kalau kamu tidak punya kewajiban bayar utang. Alokasi dana untuk tabungan bisa jauh lebih besar.

Langsung sisihkan begitu kamu terima gaji atau penghasilan. Jangan menunggu dari sisa gaji karena biasanya tidak sesuai kenyataan. Inginnya menabung, tetapi lihat pakaian, sepatu, tiket murah, menabung hanya sekadar angan-angan.

Uang Receh
Jangan sepelekan uang receh

3. Uang receh is magic

Uang receh sangat berharga, jangan dibuang. Kumpulkan saja uang receh dari kembalian membeli barang.

Tabung dalam wadah, seperti toples, celengan plastik, botol bekas, galon, atau tempat lainnya. Misalnya uang logam nominal Rp 200, Rp 500, Rp 1.000 atau Rp 2.000.

Kalau kamu rajin nabung uang receh Rp 2.000 setiap selama 10 tahun, maka tak terasa terkumpul Rp 7,2 juta. Ini sudah bisa buat DP motor.

Jadi, jangan nafsu bobok celengan uang receh kalau belum penuh. Biarkan saja, sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.

Baca Juga: Lagi Krisis Keuangan? Biar Tetap Harmonis dengan Pasangan, Begini Tipsnya

4. Sembunyikan uang nominal besar

Pernah merasa tidak, habis tarik uang di ATM sebesar Rp 500 ribu, tahu-tahu tinggal Rp 200 ribu atau malah tinggal receh Rp 20 ribu? Ke mana larinya?

Itu biasanya terjadi tanpa kamu sadari. Contohnya sedang di pusat perbelanjaan, tergoda beli baju, sepatu, kosmetik, nonton, sampai makan.

Ini yang namanya belanja impulsif. Belanja tanpa perencanaan. Bikin dompet jebol, padahal uang sebesar itu bisa buat hidup satu minggu ke depan atau malah lebih.

Sebelum menyesal, kamu bisa ‘menabung’ Caranya menyembunyikan uang yang nominalnya besar, seperti pecahan Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu saat ingin bepergian.

Jadi, kamu hanya membawa uang dengan nominal kecil. Paling besar Rp 20 ribu sebanyak 5 lembar. Seolah-olah uangmu ngepas, sehingga tidak berani belanja macam-macam, kecuali barang yang benar-benar dibutuhkan.

Pun jika kamu menarik uang di ATM saat bepergian. Jangan langsung ambil banyak. Tarik seperlunya saja. Dan usahakan mengambil uang di ATM yang sesuai dengan rekeningmu agar tidak kena biaya.

Menabung
Menabung setiap hari atau sesuai tanggal bisa dijadikan pilihan

5. Menabung setiap hari

Selain menabung bulanan dari gaji, kamu juga bisa menyisihkan uang setiap hari di rumah. Misalnya nominal Rp 10 ribu atau Rp 20 ribu per hari.

Semisal menabung setiap hari Rp 20 ribu selama 5 tahun. Duit yang terkumpul bisa mencapai Rp 36 juta. Jika 10 tahun, berarti jumlahnya Rp 72 juta. Ini sudah bisa buat DP rumah. Coba deh lakukan!

Baca Juga: Gaji di Bawah UMR Mau Investasi, Harus Mulai Dari Mana?

6. Menabung sesuai tanggal

Cara ini bisa kamu terapkan buat yang susah nabung jumlah besar sekaligus. Menabung sesuai tanggal. Maksudnya adalah nominal uang yang disimpan mengikuti tanggal, dan dimulai dari tanggal 30 atau 31 setiap bulan.

Contohnya, bulan Januari 2021, ada 31 hari. Tanggal 31 menabung Rp 31 ribu, tanggal 30 sebesar Rp 30 ribu, tanggal 29 menyisihkan Rp 29 ribu, begitu seterusnya. Maka total tabunganmu dalam sebulan (31 hari) menjadi Rp 496 ribu.

Dengan cara di atas, tidak akan terlalu menjadi beban keuanganmu. Tetapi ingat, jangan sampai lupa menabung. Terlewat sehari saja, target menabungmu bisa buyar. Dan kemudian jadi malas lagi menyisihkan uang.

Oleh karenanya, pasang alarm di ponsel sebagai pengingat. Tidak ada alasan lagi untuk mangkir menabung demi tujuanmu.

Menabung dengan Perencanaan Anggaran yang Pas

Menabung bukan berarti kamu harus mengencangkan ikat pinggang, memangkas semua pengeluaran. Jika direncanakan dan dianggarkan, maka sudah ada bujet khusus untuk menabung.

Kamu tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, makan enak, hiburan sesekali, tanpa terbebani menabung. Yuk, mulai sekarang biasakan menabung agar masa depan keuanganmu cerah.

Baca Juga: Menunggak Tagihan Kartu Kredit? Ini Dia Konsekuensinya

 



Sumber