Tempat Wisata Museum Zoologi Bogor

Museum Zoologi di Bogor adalah salah satunya museum di Indonesia yang memberi info dan edukasi mengenai dunia flora fauna dunia.

Museum Zoology ini dibuat pada periode pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1894. Tidaklah aneh bila wujud bangunannya benar-benar classic dan kental akan arsitektur penjajahan.


 

Dan nama museum ini dulu diketahui bernama Landbouw Zoologisch Laboratorium. Kesan-kesan classic dan kuno memang jadi salah satunya penampilan yang dipunyai oleh Museum Zoology ini.

Dengan penampilannya yang cukup classic, tidaklah aneh bila kesan-kesan bangunannya nampak sedikit horor.

Mengenali Museum Zoologi

Museum Zoologi Bogor ini adalah tempat untuk lakukan pengamatan fauna yang dipunyai oleh Indonesia.

Pada periode lalu museum ini digunakan selaku laboratorium. Ada beberapa hewan-hewan yang diawetkan dan ditampilkan di sini.

Ini untuk memberi info ke warga berkenaan kehidupan beberapa hewan di periode lalu.


Berdasar laporan dari LIPI, Museum Zoologi Bogor ini telah berdiri sepanjang 122 tahun dimulai dari 1894 sampai 2020.

Dan beritanya museum ini telah mempunyai juta-an spesimen yang terbagi dalam 20 ribu tipe fauna dimulai dari mamalia, burung, reptil, amfibi sampai ikan dapat diketemukan di sini.

Disamping itu beberapa pengunjung dapat menyaksikan juga moluska, krustasea, serangga dan hewan artropoda yang lain yang dihidangkan selengkapnya.

Museum itu masih tetap menyediakan kesan-kesan classic dan display retro di ruangan pameran.

Di museum ini pelancong bisa juga menyaksikan koleksi dari Pusat Riset Biologi LIPI yang ada di gedung Widyasatwaloka, Cibinong Science Center, Bogor.

Namun gedung itu tidak dibuka untuk umum. Cuman satu tahun sekali saja. Dan bangunan ini mempunyai jalinan kuat dengan museum Zoologi

Museum Zoologi Bogor ini tempati salah satunya pojok di Kebun Raya Bogor ini dengan luas bangunan seputar 1.000 mtr. persegi.

Dan di sini ada seputar 7 ruangan ekspos atau galeri diorama yang mengenalkan koleksi juta-an fauna-fauna.

Pada umumnya, keadaan gedung benar-benar pantas dan cukup oke untuk memperlihatkan koleksi-koleksi mereka.

Sayang beberapa warna yang condong cukup muram dan pencahayaan redup sedikit mengusik pandangan.

Tetapi seperti disebutkan pengurus museum pencahayaan dibikin redup buat jaga warna koleksi supaya tidak sirna.

Bangunan di seputar Museum Zoologi ini mempunyai wujud seperti bangunan penjajahan zaman dahulu dan kental akan situasi classic. Tidaklah aneh, beberapa pengunjung sering berpose di seputar teritori itu.

Menyaksikan koleksi Paus Biru

Salah satunya koleksi dan simbol khusus sebagai sasaran beberapa pelancong di museum ini ialah paus biru atau umum disebutkan Balaenoptera Musculus.

Paus biru tersebutmerupakan mamalia paling besar di dunia. Sudah pasti koleksi ini jadi rebutan beberapa pengunjung untuk dicicipi.

Beberapa pengunjung dapat menyaksikan wujud tulang dan rangka dari paus biru yang ditampilkan di sini.

Tulang-tulang dan rangka paus biru ini bahkan juga memerlukan ruang tertentu supaya bisa memuat seluruh tulang dan rangka yang membuat badannya selengkapnya.

Paus biru yang ditampilkan di Museum Zoologi Bogor ini diketemukan di wilayah Pameungpeuk, Garut pada tahun 1916.

Dan beritanya perlu waktu nyaris 2 bulan atau seputar 44 hari buat bawa badannya itu ke arah Bogor.

Panjang dari paus biru ini seputar 27 m dan mempunyai berat tubuh sampai 116 ton. Dapat dipikirkan bagaimana beratnya ikan itu.

Bahkan juga tulangnya saja juga berat. Untuk rangka dan tulangnya saja seputar 64 ton. Dengan panjang 27 mtr., pasti memerlukan ruangan tertentu.

Melihat koleksi Badak asal Tasikmalaya

Kecuali paus biru, di sini beberapa pengunjung bisa juga menyaksikan cerita pilu dari sang badak yang mempunyai nama latin Rhinoceros Sondaicus.

Umumnya beberapa pengunjung suka berdiri lama di ruangan koleksi badak jantan asal Tasikmalaya yang mempunyai berat sampai 2 ton itu.

Badak paling akhir yang tinggal di seputar Priangan itu ditinggalkan si betina pada tahun 1914 yang perlu mati karena ditembak pemburu gelap.

Sekitar 20 tahun selanjutnya pengurus museum pada akhirnya memilih untuk bawa si badak jantan menjadi koleksi.

Ini untuk jaga dari gempuran pemburu gelap yang membidik culanya. Si Badak jadi salah satunya koleksi Museum Zoologi Bogor pada tahun 1934.

Koleksi ikan-ikan di Museum Zoologi

Di museum ini beberapa pelancong bisa juga menyaksikan koleksi ikan-ikan sebagai sumber daya laut di Indonesia atau bisa lebih persisnya di Teluk Jakarta.

Di teluk ini pada periode lalu adalah teritori yang menyediakan sumber daya laut benar-benar melimpah ruah.

Ini dapat disaksikan dengan adanya banyak tiruan ikan-ikan yang diamankan oleh beberapa nelayan dan pengurus museum di seputar teluk itu.

Sesungguhnya bukan tiruan, koleksi ikan-ikan di sini yaitu ikan asli yang telah diawetkan dan

Salah satunya koleksi ikan yang dapat diketemukan di sini yaitu ikan jangilus atau umum disebutkan Tetrapturus Brevirostris.

Ikan ini adalah salah satunya ikan marlin yang mempunyai moncong panjang seperti pedang.

Ukuran sendiri benar-benar panjang. Dan ikan ini diketemukan di pasar Teluk Jakarta di tahun 1933.

Dan beberapa pelancong dapat mendapati ikan jangilus fresh ini di wilayah pesisir selatan pulau Jawa seperti Palabuhan Ratu.

Dengan struktur daging seperti daging ayam, ikan ini bisa juga dimakan oleh manusia.

Disamping itu ada juga ikan gergaji atau bahasa latinnya Pristis Perotteti. Ikan ini mempunyai panjang sampai 5 mtr. yang diamankan di tahun 1924.

Ikan yang terhitung ke dalam ordo ikan pari ini rerata tinggal di laut sisi dalam. Jarang diketemukan di atas laut. Jadi beberapa pelancong bila pengin mendapati ikan ini harus menyelam lebih dalam.

Koleksi lain di Museum Zoologi

Di museum ini beberapa pelancong bisa juga menyaksikan kelelawar yang mempunyai bahasa latin yakni Pteropus Vampyrus.

Kelelawar ini sering diketemukan di Kebun Raya Bogor dan museum Zoologi. Walau mempunyai nama latin gahar dan wujud horor, namun makanan hewan tidak menakutkan.

Kelelawar ini cuman konsumsi buah-buahan fresh. Konon, pada zaman dahulu di sini beberapa pengunjung dapat menyaksikan kelelawar tidur di atas atap museum dengan status bergelantungan.

Kecuali kelelawar, di sini beberapa pengunjung bisa juga menyaksikan kadal sama ukuran besar seperti raksasa.

Pada periode itu Majoor Pieter Antonie Ouwens yang berperan selaku kurator Museum Zoologi Bogor pada tahun 1905 – 1921 terima contoh kulit dan photo dari kadal raksasa itu.

Contoh ini dikirimkan oleh Letnan Jacques Karel Henri (J.K.H) van Steyn van Hensbroek yang saat itu bekerja di Nusa Tenggara.

Rupanya kadal ini adalah salah satunya tipe kadal bernama latin Varanus Komodoensis sebagai cikal akan komodo di Indonesia.

Faedah liburan ke Museum Zoologi

Museum Zoologi sudah pasti memberi peranan penting ke manusia berkenaan dunia fauna yang berkembang di Indonesia.

Dengan berkunjung teritori rekreasi ini, sudah pasti beberapa pengunjung dapat belajar dan memperoleh info yang lebih lengkap.

Apa lagi bila liburan bersama beberapa anak. Info itu tentunya akan penting untuk jadi evaluasi untuk mereka nanti.

Ke arah Museum Zoologi

Bila pengin bertandang ke Museum Zoologi ini dapat lewat beberapa pintu. Diantaranya ialah Pintu 1 Kebun Raya Bogor (KRB).

Pintu ini cuman ditujukan untuk beberapa pengunjung yang ada di tempat Kebun Raya Bogor dan pemakai kendaraan.

Sesaat untuk pengunjung yang berjalan kaki, ada pintu masuk tertentu. Di pintu ini mereka dapat beli ticket masuk Kebun Raya Bogor dan Museum sekalian

Untuk hari Senin sampai Sabtu, kendaraan roda 4 bisa masuk di tempat halaman dari museum. Sesaat motor dan sepeda tidak diperbolehkan masuk.

Sesaat pada hari Minggu, cuman sepeda saja yang dibolehkan untuk masuk di tempat itu.

Punyai referensi lain?? Komentar di bawah ya gaes!

Catatan: Seluruh data di atas ialah data paling akhir di saat artikel ini dibikin. Bila ada perombakan terkini yang Kamu kenali, silahkan infokan ke kami untuk langsung diperbaiki.

Untuk Usaha Persewaan atau Travel yang pengin masuk ke artikel di atas, silakan isi kotak kometar. Komplet dengan info: Alamat, Nomor Telephone, WhatsApp dan info simpatisan yang lain.